SERANG — Menjelang sore, selepas azan Ashar berkumandang, suasana di sebuah rumah sederhana di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, mulai berubah ramai. Anak-anak berdatangan sambil membawa Iqra, Al-Quran, hingga buku hafalan doa. Di teras rumah itu, seorang perempuan telah duduk menunggu mereka dengan senyum hangat dan suara lembut yang akrab didengar puluhan anak setiap hari.
Perempuan itu adalah Yanti Mustati Robiyanti, anggota DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi PAN.
Di tengah kesibukannya sebagai wakil rakyat, Yanti ternyata masih setia menjalani aktivitas yang sudah menjadi bagian hidupnya sejak lama: mengajar ngaji secara gratis.
Bagi sebagian orang, kursi dewan mungkin identik dengan rapat, agenda politik, dan kesibukan birokrasi. Namun bagi Yanti, ada ruang lain yang tetap tak tergantikan, yakni duduk bersila di hadapan anak-anak sambil membimbing mereka mengeja ayat demi ayat Al-Quran.
“Awalnya ibu-ibu di sekitar rumah meminta anaknya diajari mengaji. Dulu hanya anak tetangga, sekarang yang belajar di rumah sudah sekitar 40 sampai 45 anak,” ujar Yanti, Minggu (24/5/2026).
Aktivitas itu telah dijalaninya sekitar 10 tahun terakhir, jauh sebelum dirinya menjadi anggota legislatif. Hingga kini, rutinitas tersebut tetap ia pertahankan.
Setiap hari selepas pukul 16.00 WIB, rumahnya berubah menjadi tempat belajar mengaji sederhana. Anak-anak belajar dalam dua sesi, mulai sore hingga menjelang Magrib, lalu dilanjutkan kembali selepas salat Magrib sampai malam hari.
Di sana, mereka belajar membaca Iqra dan Al-Quran, menghafal Juz Amma, Surat Yasin, hingga praktik salat. Khusus malam Jumat, suasana terasa lebih khusyuk ketika puluhan anak bersama-sama melantunkan Surat Yasin.
Yang membuat warga kagum, seluruh kegiatan itu dilakukan tanpa memungut biaya sepeser pun.
“Dari dulu tidak pernah bayar. Sebelum jadi anggota Dewan juga gratis, apalagi sekarang,” katanya sambil tersenyum.
Tradisi mengajar mengaji rupanya bukan hal baru dalam kehidupan Yanti. Ia lahir dan tumbuh di lingkungan keluarga religius di Ciomas. Kakeknya dikenal sebagai seorang kiai, sementara beberapa anggota keluarganya memiliki pesantren.
Tak heran, dunia pendidikan agama sudah melekat kuat dalam kesehariannya sejak kecil.
“Kakek saya kiai, uwa-uwa juga punya pesantren. Jadi mengajar ngaji ini sudah menyatu dengan jiwa saya,” ungkap perempuan yang juga gemar membaca tersebut.
Kesibukan sebagai anggota DPRD ternyata tak membuatnya meninggalkan anak-anak didiknya. Bahkan ketika harus menjalani kunjungan kerja ke luar kota, Yanti memastikan kegiatan mengaji tetap berjalan dengan bantuan ibu mertuanya.
“Kalau saya sedang ke luar kota memang ada yang bolong, tapi anak-anak tetap mengaji karena dibantu mertua saya,” ujarnya.
Di balik kesederhanaannya mengajar anak-anak kampung, Yanti sejatinya merupakan salah satu peraih suara terbanyak di Fraksi PAN DPRD Kabupaten Serang. Namun status politik itu tak mengubah kebiasaannya membetulkan bacaan Al-Quran anak-anak satu per satu.
Menurutnya, ada tanggung jawab moral yang membuat dirinya sulit meninggalkan aktivitas tersebut.
“Saya merasa punya tanggung jawab. Apalagi ibu-ibu di sini bilang anak-anak mereka maunya mengaji sama saya,” katanya.
Bagi Yanti, mengajar ngaji bukan hanya aktivitas sosial, melainkan juga amal jariyah dan amanah keluarga yang harus terus dijaga.
Perjalanannya masuk ke dunia politik sendiri bukan sesuatu yang direncanakan sejak awal. Ia bahkan sempat menolak ketika diminta keluarga besar untuk maju sebagai calon legislatif dari PAN.
Saat itu, hidupnya sudah terasa cukup dengan aktivitas mengajar ngaji dan menjadi kader PKK di lingkungan sekitar.
“Saya enggak mau awalnya. Tapi mamah bilang, kalau sekarang manfaatnya baru untuk lingkungan sekitar, kalau jadi anggota Dewan bisa bermanfaat untuk masyarakat lebih luas,” tutur ibu tiga anak tersebut.
Permintaan keluarga itu datang saat bulan Ramadan. Namun Yanti baru bersedia maju setelah mendapat restu dari dua orang paling penting dalam hidupnya: sang ibu dan suami.
“Saya bilang, saya mau nyalon kalau diizinkan ibu dan suami,” kenangnya.
Restu itu akhirnya membawanya duduk sebagai anggota Komisi II DPRD Kabupaten Serang yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan.
Meski kini aktif memperjuangkan aspirasi masyarakat di parlemen, Yanti mengaku tempat paling nyaman baginya tetap berada di rumah sederhana itu, di tengah anak-anak yang belajar mengaji setiap sore.
“Saya berdoa, kalau memang bisa bermanfaat untuk banyak orang, mudahkan jalannya,” ujarnya lirih.
Penulis: Ade Faturohman
Editor: Usman Temposo
