Beranda Peristiwa Detik-detik Heryanto Bonsai Pamit Sebelum Antar Tamu ke Gunung Anak Krakatau

Detik-detik Heryanto Bonsai Pamit Sebelum Antar Tamu ke Gunung Anak Krakatau

Tangkapan layar video Heriyanto alias Bonsai salah satu awak kapal yang hilang kontak bersama lima jurnalis di Selat Sunda. (Istimewa)

PANDEGLANG — Tak ada yang menyangka percakapan singkat di sebuah dermaga di Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, akan menjadi kenangan terakhir bagi Heryanto alias Bonsai.

Sebelum berangkat mengantar tamu menuju Gunung Anak Krakatau (GAK), Bonsai sempat berbincang dengan seorang rekannya. Percakapan itu berlangsung singkat, seperti obrolan biasa sebelum seseorang meninggalkan dermaga.

Namun, rekaman berdurasi 23 detik yang diterima BantenNews.co.id kini terasa berbeda. Di dalam video tersebut, Bonsai terlihat berbincang santai dengan rekannya sebelum menuju speedboat.

Rekannya sempat menanyakan tujuan keberangkatan Bonsai. Ia menjelaskan bahwa perjalanan tersebut dilakukan secara mendadak karena tamu sudah menunggu di dermaga.

Dadakan ieu mah tamuna enggeus nangguan di dermaga (Mendadak ini tamunya sudah menunggu di dermaga), hampura teu bisa milu nyah (Maaf ya enggak bisa ikut),” kata Bonsai seperti dikutip, Sabtu (12/9/2026).

Rekannya kembali memastikan ke mana Bonsai akan pergi.

Jawabannya sederhana.

“Ke Krakatau doang,” ujar Bonsai.

Tak ada percakapan panjang. Tak ada tanda bahwa perjalanan tersebut akan berubah menjadi sebuah pencarian besar di perairan Selat Sunda.

Sebelum berpisah, sang rekan hanya berpesan agar Bonsai berhati-hati selama perjalanan.

“Ya, hati-hati ya, hati-hati,” katanya.

Bonsai kemudian meninggalkan dermaga. Ia berangkat mengantar tamu menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Setelah itu, kabar tentang Bonsai dan rombongan justru berubah menjadi pencarian.

Bonsai bersama lima jurnalis dan dua awak kapal lainnya hingga kini masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan setelah speedboat yang mereka tumpangi dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Video singkat itu pun beredar di sejumlah media sosial. Durasi 23 detik yang sebelumnya mungkin hanya dianggap sebagai rekaman percakapan biasa, kini menyimpan cerita berbeda bagi mereka yang mengenal Bonsai.

Baca Juga :  Sapi Seberat 650 Kilogram Tewas Usai Tercebur di Sumur di Ciputat Tangsel

Ada sebuah perjalanan yang dimulai dengan kalimat sederhana, “Ke Krakatau doang.”

Ada pula pesan terakhir dari seorang rekan yang terdengar biasa saja: “Hati-hati ya.”

Tak seorang pun di dermaga itu tahu bahwa kalimat tersebut akan menjadi kalimat perpisahan.

Penulis: Mg-Madani Prasetia
Editor: Tb Moch. Ibnu Rushd