CILEGON – Ratusan warga Bojonegara dan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, mengaku tak puas dengan jawaban Sekda Banten Deden Apriandhi Hartawan terkait polemik truk over dimention over load (ODOL).
Diketahui, ratusan warga kembali turun ke jalan memprotes jam operasional truk ODOL yang tidak sesuai aturan Peraturan Gubernur (Pergub).
Berdasarkan pantauan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten diwakili Sekda Provinsi Banten, Deden Apriandhi Hartawan menemui massa aksi yang berunjukrasa di Terminal Seruni, Cilegon.
Dalam kesempatan itu, Deden mengatakan akan menanggapi seluruh tuntutan massa aksi.
Deden mengaku, aturan terkait jam operasional truk pasir itu belum dilaksanakan dengan baik. Untuk mencegah kemacetan parah di jalanan, pemerintah akan mendirikan sejumlah posko untuk pengawasan.
“Hari ini saya memerintahkan langsung ke Kadishub, Kasatpol-PP. Insya Allah dibantu Kapolres Cilegon hari Rabu atau Kamis akan mendirikan posko-posko di mulut pertambangan untuk mengawal SK Gubernur itu,” ucap Deden.
Selain akan mendirikan sejumlah posko, pemerintah juga tengah berkoordinasi kepada pemerintah pusat untuk pelebaran jalan dan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU).
“Sementara untuk untuk penutupan tambang ilegal, kami masih mendata di mana saja yang ada tambang ilegal itu. Kalau memang masyarakat tahu, silakan laporkan kepada kami,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Fahmi Adam mengaku tidak puas dengan jawaban Sekda Banten tersebut. Menurutnya, segala yang disampaikan itu hanya janji-janji yang sebelumnya pernah diucapkan kepada masyarakat.
“Kita sudah pernah ketemu dengan Gubernur, DPRD Provinsi Banten juga sama waktu itu bicaranya begitu. Tapi sampai sekarang belum ada aja,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, aksi unjuk rasa ini merupakan puncak kemarahan masyarakat Bojonegara dan Puloampel yang telah lama resah dan kurang diperhatikan.
“Kami merasa dianaktirikan. Selama ini kita sudah lelah dengan kondisi ini. Kita minta Gubernur langsung yang datang untuk menyelesaikan ini. Kalau tidak, kami akan terus aksi,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, aksi unjuk rasa masyarakat Bojonegara dan Puloampel masih berlangsung. Antrean kendaraan yang hendak menuju Bojonegara pun mengular panjang.
Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
