Beranda Bisnis Delapan Tahun Sejak Diruislag, Pemkot Cilegon Baru Bangun Akses Jalan Pelabuhan Warnasari

Delapan Tahun Sejak Diruislag, Pemkot Cilegon Baru Bangun Akses Jalan Pelabuhan Warnasari

Walikota Cilegon, Edi Ariadi (kiri) saat meletakkan batu pertama akses menuju pelabuhan Warnasari. (Gilang)

CILEGON – Sejak resmi dikuasai melalui proses penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tukar guling (ruislag) pada awal tahun 2012 silam dengan lahan Kubangsari, Pemkot Cilegon melalui PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) akhirnya baru dapat melaksanakan peletakan batu pertama (ground breaking) di lahan Warnasari, Rabu (17/6/2020). Itu pun baru untuk pembangunan akses jalan menuju areal yang akan dijadikan pelabuhan.

Direktur Utama PT PCM, Arief Rivai Madawi tidak menampik lamanya perjalanan waktu yang harus dilalui karena adanya dinamika dan tahapan perizinan yang harus ditempuh sebelum memulai pembangunan. “Pembangunan akses ini adalah tahap pertama, tahapan berikutnya sambil menunggu desain keseluruhan selesai. Target pembangunan sekitar 4-5 bulan, karena lahannya butuh penanganan khusus,” ujar Arief.

Dikatakan, lelang akses menuju pelabuhan yang dimenangkan oleh PT Amarta Karya KSO dengan PT Tri Kencana Sakti Utama, PT Indec Internusa dengan nama KSO “AMKA-TKSU-INDEC,KSO” tersebut dilakukan dengan metode pengadaan pekerjaan konstruksi terintegrasi rancang dan bangun (design and build) sejak pertengahan Desember tahun 2019 hingga April lalu.

“Panjangnya 750 meter dan lebar 30 meter. Kita optimis (Wanasari akan menarik investor-red) setelah akses jalan ini selesai, karena Warnasari ini seperti gadis ya, kalau sudah dipoles, Insya Allah banyak yang akan melamar. Terbukti dengan lahan yang ada saja, sudah berapa perusahaan yang mengajukan kerja sama dengan kita,” katanya.

Pembangunan akses jalan dengan menggunakan anggaran dari penyertaan modal daerah sekira Rp98,5 miliar itu sementara akan dilakukan di lahan yang sudah menjadi kewenangan PT PCM. Berikutnya, pembangunan akses akan dilanjutkan setelah BUMD milik Kota Cilegon itu berhasil membebaskan lahan sekira 4.300 meter persegi milik PT Krakatau Daya Listrik (KDL) untuk kepentingan jembatan atau fly over.

“Tapi secara prinsip (pembebasan lahan-red) itu sudah disetujui (PT KDL), dan nanti tinggal menunggu appraisal oleh tim independen. Insya Allah setelah transaksional, otomatis lahan itu akan kita bangun. Nilai pembangunan akses ini sekitar Rp84 miliar, itu belum termasuk untuk pembebasan lahan milik KDL,” tandasnya.

Senada dikatakan Walikota Cilegon, Edi Ariadi yang mengaku lega lantaran keberadaan pelabuhan tersebut merupakan cita-cita masyarakat yang sejak Kota Cilegon berdiri ingin memiliki pelabuhan daerah sendiri.

“Ya kalau akses jalan ini beres, kita ingin ada perataan yang di 35 hektare karena kita sudah adakan kerja sama. Barulah nanti kita bicarakan trestle dengan KBS (PT Krakatau Bandar Samudera). Intinya akses ini adalah yang utama, kalau kita membangunan di darat maupun di laut, kan kita butuh jalannya,” katanya. (dev/red)