Beranda Pendidikan Dekat Puspemkab Lebak, SDN 2 Pasir Kupa Numpang di Madrasah

Dekat Puspemkab Lebak, SDN 2 Pasir Kupa Numpang di Madrasah

Siswa SDN 2 Pasir Kupa, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak.

LEBAK – Meski lokasinya tidak jauh dari kantor Bupati Lebak, kegiatan belajar mengajar siswa SDN 2 Pasir Kupa, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak cukup memprihatinkan. Pasalnya, sebagian siswanya harus belajar di madrasah milik warga setempat.

Selain itu, ada sebagian siswa yang harus belajar di lantai karena kekurangan meja dan kursi. SDN ini juga tak memiliki sarana lapangan upacara dan bangunan sekolah terpisah oleh jalan raya.

Huryati, Kepala Sekolah SDN 2 Pasir Kupa mengatakan, jumlah siswa SDN 2 Pasir Kupa berjumlah 324 siswa dengan jumlah rombongan belajar (rombel) sebanyak 12 rombel. Sementara gedung yang ada hanya ada 6 lokal.

Jumlah rombel yang tak sebanding itu menyebabkan pihak sekolah terpaksa menumpang kepada pemilik madrasah yang ada di sekitar sekolah tersebut.

“Agar KBM ini tetap berjalan lancar, tentunya kami terpaksa meminta kebaikan pemilik madrasah, agar gedung madrasahnya bisa kami gunakan juga untuk KBM siswa kami. Karena lokal yang ada milik SDN 2 Pasir Kupa tak mencukupi menampung jumlah siswa sebanyak 12 rombel atau 324 siswa. Tumpangan yang kami dapat ini juga tidak gratis, kami tiap bulan harus membantu untuk bayar listrik, air dan kebersihan. Kalau diuangkan ya nilainya sekitar Rp300 ribuan per bulan ” Kata Huryati kepala SDN 2 Pasir Kupa, Senin (28/10/2019 ).

Dampak dari kekurangan ruangan tersebut menyulitkan koordinasi antara guru dan kepala sekolah. “Misalnya kalau ada rapat koordinasi atau briefing, kami cukup kesulitan. Karena satu persatu guru harus dipanggil ke tempat masing masing. Melalui telepon, di sini sinyal tidak ada, kami juga heran. Padahal di Pasir Kupa ini ada di muka kota Rangkasbitung,” katanya.

Upaya untuk mengatasi kekurangan sekolahnya ini, pihaknya selain menumpang di madrasah, juga telah melaporkannya ke pihak pejabat terkait.

“Ke dinas pendidikan kabupaten sudah, UPT dan Pengawas di Kalanganyar juga sudah. Berdasarkan laporan kepsek-kepsek sebelumnya juga, mereka telah melaporkannya. Tapi hingga sekarang belum ada realisasi apa apa,” katanya.

Pihaknya berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak untuk segera mencarikan solusinya, agar aktivitas KBM berjalan nyaman.

Sementara itu, Siti Nurhafizah siswa kelas 3 SDN 2 Pasir Kupa, Kecamatan Kalanganyar mengaku, belajar tanpa meja dan kursi membuat tubuhnya pegal dan tidak nyaman.

“Nggak nyaman belajarnya, pingin punya ruangan kelas yang bagus seperti sekolah-sekolah lain, biar konsentrasi belajarnya” katanya. (Ali/Red)