Beranda Pemerintahan Defisit APBD Cilegon 2026 Diproyeksi Bengkak Jadi Rp131 Miliar, DPRD Desak Dasar...

Defisit APBD Cilegon 2026 Diproyeksi Bengkak Jadi Rp131 Miliar, DPRD Desak Dasar Perhitungan Prognosis

Anggota Badan Anggaran, Rahmatulloh dan Ahmad Aflahul Aziz saat Rapat Prognosis berlangsung. (Foto: Maulana/BantenNews.co.id)

CILEGON — Proyeksi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon Tahun 2026 yang membengkak hampir dua kali lipat menjadi sorotan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Cilegon. Dalam dokumen prognosis yang disampaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, defisit diperkirakan mencapai Rp131,27 miliar, jauh lebih besar dibandingkan defisit pada APBD murni yang sebesar Rp66 miliar.

Anggota Banggar DPRD Cilegon, Rahmatulloh, mempertanyakan dasar perhitungan prognosis tersebut. Menurutnya, lonjakan defisit menjadi hal yang janggal karena pada saat yang sama Pemkot juga memproyeksikan pendapatan daerah akan melampaui target APBD.

“Bagaimana mungkin pendapatan naik, tetapi defisit justru melonjak hampir 100 persen? Ini bukan kondisi yang lazim dan harus dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat,” kata Rahmatulloh usai rapat prognosis di Aula DPRD Cilegon, Kamis (30/7/2026).

Ia menilai, pemerintah daerah perlu memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai faktor-faktor yang menyebabkan defisit meningkat tajam. Sebab, secara teori, kenaikan pendapatan semestinya mampu menekan besaran defisit, bukan justru memperlebarnya.

Rahmatulloh juga mengaitkan proyeksi defisit tersebut dengan rendahnya realisasi belanja modal pada Semester I 2026. Berdasarkan dokumen prognosis, belanja modal Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) baru terealisasi 0,03 persen, bahkan belanja untuk jalan dan irigasi masih tercatat nol rupiah.

Meski demikian, pemerintah memproyeksikan hampir seluruh anggaran belanja dapat terserap hingga akhir tahun.

“Kalau enam bulan pertama hampir tidak bergerak, apa dasar keyakinannya bahwa enam bulan berikutnya bisa menyerap hampir seluruh anggaran? DPRD membutuhkan penjelasan yang rasional, bukan sekadar optimisme,” ujarnya.

Senada, Anggota Banggar DPRD Cilegon Ahmad Aflahul Aziz menilai proyeksi dalam dokumen prognosis masih perlu diuji. Hingga 30 Juni 2026, realisasi pendapatan daerah baru mencapai 45,71 persen dari target APBD, sedangkan realisasi belanja berada di angka 43,34 persen.

Baca Juga :  DPRD Kota Bekasi Belajar Peran Parlemen Cilegon Dongkrak PAD

Namun, dalam prognosis tersebut, pendapatan diproyeksikan mencapai 100,40 persen dari target APBD, sementara belanja diperkirakan menembus 102,78 persen dari pagu anggaran.

Menurut Aziz, proyeksi tersebut berpotensi hanya menjadi optimisme apabila tidak didukung strategi yang jelas untuk meningkatkan pendapatan daerah sekaligus mengendalikan belanja.

“Optimisme tersebut tentu harus dibuktikan dengan strategi nyata dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. DPRD akan meminta penjelasan mengenai dasar perhitungan prognosis tersebut agar tidak hanya menjadi asumsi yang terlalu optimistis,” katanya.

DPRD memastikan akan meminta penjelasan lebih rinci kepada Pemkot Cilegon mengenai penyebab membengkaknya proyeksi defisit APBD, termasuk asumsi yang digunakan dalam penyusunan dokumen prognosis tersebut.

Penulis: Maulana
Editor: Usman Temposo