Beranda Peristiwa Debu Hitam Diduga dari Cerobong Pabrik Kimia Teror Warga Karawaci

Debu Hitam Diduga dari Cerobong Pabrik Kimia Teror Warga Karawaci

Salah seorang warga menyapu lantai rumah yang dipenuhi debu hitam diduga berasal dari aktivitas pabrik kimia di sekitar permukiman. (Istimewa)

TANGERANG – Warga di Jalan Imam Bonjol, Gang Buntu, RT 01/RW 04, Kelurahan Bojong Jaya, Kecamatan Karawaci, mengaku sudah bertahun-tahun hidup berdampingan dengan debu hitam yang diduga berasal dari aktivitas pembakaran di PT Cisadane Raya Chemical (CRC).

Debu yang disebut-sebut keluar dari cerobong pabrik kimia itu tak hanya mengotori rumah dan halaman warga, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan lingkungan sekitar.

Setiap pagi, M, salah seorang warga setempat, memulai aktivitasnya dengan menyapu lantai dan pekarangan rumah. Bukan karena kebiasaan, melainkan karena lapisan debu hitam yang kembali menempel setelah semalaman beterbangan.

“Kalau enggak disapu tiap pagi ya kotor. Abu batu bara dari CRC itu sering beterbangan. Suka ngebul dari cerobong pembakaran, bikin rumah kotor,” kata M kepada wartawan, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, membersihkan rumah sekali sehari sudah tidak cukup. Debu kembali menempel pada sore hari sehingga warga terpaksa menyapu dua kali dalam sehari.

“Sehari bisa dua kali nyapu, pagi sama sore. Kalau enggak dibersihkan, numpuk di lantai, teras, sampai perabot rumah,” ujarnya.

Keluhan warga tidak berhenti pada persoalan kebersihan. Mereka juga mulai mengaitkan keberadaan debu dan asap pembakaran dengan gangguan kesehatan yang kerap dialami warga, terutama anak-anak.

“Anak-anak suka batuk. Jemuran juga sering kotor kalau dijemur di luar,” ungkapnya.

Bagi warga, kondisi tersebut bukan persoalan baru. Mereka mengaku sudah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pihak perusahaan. Namun hingga kini, persoalan debu yang diduga berasal dari aktivitas pabrik disebut belum menemukan penyelesaian yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Sudah lama seperti ini. Kadang kami lapor, ada yang datang, ada yang tanya-tanya. Tapi habis itu ya begitu lagi. Kami warga biasa, jadi paling cuma didengar saja,” katanya.

Baca Juga :  Pawai Obor Elektrik Meriahkan Pembukaan Festival Maulid 2023 di Kota Tangerang

Warga berharap ada langkah konkret dari pihak terkait untuk memastikan sumber debu tersebut sekaligus menjamin kualitas udara di lingkungan permukiman yang berada tak jauh dari kawasan industri.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada pihak PT Cisadane Raya Chemical masih terus dilakukan guna memperoleh penjelasan terkait keluhan warga tersebut.

Penulis: Saepulloh
Editor: Usman Temposo