Beranda Pemerintahan DBMSDA: Harga BBM Naik, Puluhan Proyek Jalan di Kabupaten Tangerang Tertunda

DBMSDA: Harga BBM Naik, Puluhan Proyek Jalan di Kabupaten Tangerang Tertunda

Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah. (Saepulloh/bantennews)

KAB. TANGERANG — Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang mengakui puluhan paket proyek perbaikan jalan hingga kini belum berjalan. Kenaikan harga BBM industri menjadi alasan utama tertundanya proyek-proyek tersebut.

Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah mengatakan sejumlah proyek sebenarnya sudah masuk tahap lelang.

Namun, pemerintah daerah harus menyesuaikan kembali harga satuan pekerjaan konstruksi akibat lonjakan harga komponen jalan.

“Sudah ada beberapa yang dilelang. Namun karena dampak perang, harga BBM industri naik sehingga harga komponen utama jalan harus disesuaikan,” kata Iwan di Gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Jumat (22/5/2026).

Iwan menjelaskan, pemerintah daerah kini menunggu perubahan Surat Keputusan (SK) Bupati terkait standar satuan harga yang tengah disusun BPKAD dan Bappeda Kabupaten Tangerang.

“Setelah itu baru kita lakukan pelelangan,” ujarnya.

Menurut dia, hampir seluruh proyek jalan yang belum memasuki tahap lelang terkena dampak penyesuaian harga tersebut. Jumlah ruas jalan yang terdampak diperkirakan mencapai 50 hingga 70 ruas.

“Semua yang belum dilelang mengalami perubahan. Ada sekitar 50 sampai 70 ruas jalan,” katanya.

Meski begitu, beberapa proyek jalan tetap berjalan karena kontraknya lebih dulu memakai standar harga lama sebelum kenaikan BBM industri terjadi.

“Yang sudah dikerjakan itu seperti Jalan Raya Pakuhaji dan Sukadiri. Kontraknya masih menggunakan harga lama,” ucapnya.

Iwan juga merespons keluhan warga terkait banyaknya jalan rusak, terutama di wilayah Pasar Kemis. Ia mengklaim DBMSDA terus melakukan penambalan sementara sambil menunggu proyek konstruksi permanen berjalan.

“Sekarang setiap ada jalan rusak langsung dilakukan penambalan. Rusak tambal, rusak tambal. Untuk konstruksi permanen menunggu penyesuaian harga satuan selesai,” tandasnya.

Penulis : Saepulloh
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd