Beranda Kesehatan DBD Sudah Merebak ke 8 Kecamatan Lain di Pandeglang

DBD Sudah Merebak ke 8 Kecamatan Lain di Pandeglang

102
0
Seorang balita menderita DBD di Kecamatan Sumur, Pandeglang. (Memed/bantennews)

 

PANDEGLANG – Selain warga di Kecamatan Sumur yang terkena Demam Berdarah Dengue (DBD) ternyata penyakit itu juga sudah menyerang 8 kecamatan lain di Pandeglang, total pada Januari tahun ini sudah ada 80 kasus yang tercatat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang.

Dari data yang dimiliki Dinkes Pandeglang di Kecamatan Sumur ada 57 kasus DBD, Banjar 1 kasus, Majasari 6 kasus, Pandeglang 11 kasus, Cibitung 5 kasus, Cibaliung, Kaduhejo 1 kasus, Sukaresmi 1 dan Panimbang 2 kasus.

Pengelola Program Tular Vektor dan Zoonotik pada bidang P2P Dinkes Pandeglang, Darmadi menyampaikan, kemungkinan meningkatnya kasus DBD di Pandeglang pada awal 2020 merupakan siklus tiga tahunan.

Tercatat pada tahun 2016 ada 873 kasus DBD dengan 10 orang dinyatakan meninggal, tahun 2017 ada 100 kasus dengan 4 orang meninggal, tahun 2018 ada 82 kasus 2 orang meninggal dan tahun 2019 ada 315 kasus tanpa ada penderita yang meninggal.

“Awal Januari ini 80 kasus tapi belum ada meninggal, paling banyak sumur 57 kasus hasil lab hanya 10 yang dinyatakan DBD,” kata Darmadi, Rabu (15/1/2020).

Menurutnya, untuk mencegah penyebaran DBD masyarakat bisa melakukan aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan menjaga pola hidup bersih. Sebab, telur nyamuk Aedes aegypti mampu bertahan selama 6 bulan dengan kondisi kering.

“Nyamuk ini paling senang pada air yang bersih dan jernih, malah dia akan mati kalau air nya kotor. Oleh sebab itu, aksi PSN sangat penting dilakukan karena itu bisa mencegah penyebarannya,” ujarnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Pandeglang, Ahmad Sulaeman menambahkan, beberapa wilayah di Pandeglang rentan terjangkit kasus DBD, malah kasus ini banyak terjadi di wilayah yang padat penduduknya.

“Yang harus disiapkan (waspadai) daerah yang ramai seperti Panimbang, Labuan, Carita yang bisa jadi rentan. Tapi memang saat ini kasusnya belum menonjol,” tambahnya. (Med/Red)