Beranda Kuliner Dari Rindu Kampung Halaman, Putri Hadirkan Pempek Palembang Autentik di Kota Tangerang

Dari Rindu Kampung Halaman, Putri Hadirkan Pempek Palembang Autentik di Kota Tangerang

Pempek Palembang Autentik di Kota Tangerang

TANGERANG — Aroma cuko yang khas langsung tercium begitu memasuki kawasan Perumahan Angkasa Pura, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Di sebuah sudut sederhana, berdiri Warkop AA Hendy X Pempek 88, tempat kuliner yang menghadirkan cita rasa pempek autentik khas Palembang di tengah hiruk pikuk Kota Tangerang.

Usaha kuliner ini dirintis oleh Putri Irliani, perempuan asal Palembang yang membawa kenangan kampung halamannya lewat olahan ikan tenggiri berkualitas. Berawal dari rasa rindu terhadap kebiasaan sarapan pempek saat tinggal di Palembang, Putri justru menemukan peluang usaha yang kini berkembang pesat.

“Awalnya iseng-iseng saja karena saya suka makan olahan ikan dan terbiasa sarapan pempek waktu di Palembang. Saya coba buat sendiri lalu kasih ke teman-teman untuk dicoba, ternyata mereka suka dan mulai menyarankan untuk buka PO,” ujar Putri.

Tahun 2021 menjadi titik awal perjalanan Pempek 88. Dari yang semula hanya melayani sistem pre-order rumahan, kini usahanya mampu bertahan dan memiliki pelanggan tetap. Tidak hanya menyediakan pempek frozen food, Putri juga menghadirkan pempek siap santap bagi pelanggan yang ingin menikmati langsung sensasi rasa khas Palembang.

Nama “Pempek 88” pun bukan sekadar angka biasa. Putri menyimpan cerita pribadi di balik nama tersebut. Angka 88 diambil dari bulan dan tanggal lahirnya yang dianggap memiliki makna tersendiri dalam perjalanan hidupnya.

“Kalau Pempek 88 itu karena saya lahir bulan delapan tanggal 28 tahun 98, jadi angka 88 itu diambil dari ujung tanggal dan bulan lahir saya,” katanya sambil tersenyum.

Berbeda dari kebanyakan tempat makan pempek lainnya, Putri memadukan konsep warung kopi dengan kedai pempek. Ia ingin pelanggannya tidak hanya datang untuk makan, tetapi juga menikmati suasana santai sambil menyeruput kopi dan mencicipi camilan lainnya.

Baca Juga :  Ini Lapak Durian Enak di Banten, Destinasi Kuliner yang Wajib Dicoba

Salah satu hal yang paling dijaga Putri adalah kualitas rasa, terutama pada cuko — kuah hitam khas pempek yang menjadi penentu kenikmatan. Ia bahkan mendatangkan gula aren langsung dari Bengkulu demi menghasilkan rasa cuko yang autentik.

“Untuk cukonya, gula aren kami didatangkan langsung dari Bengkulu karena menurut saya kualitasnya terbaik, manisnya pas dan warna hitamnya lebih pekat,” jelasnya.

Setiap pekan, dapur Pempek 88 mampu memproduksi sekitar 500 pcs pempek kecil dan 300 hingga 400 pcs pempek besar. Variannya pun cukup lengkap, mulai dari pempek kulit, adaan, telur, lenjer kecil, kapal selam, lenjer besar hingga tekwan yang hangat dan gurih.

Dengan harga mulai Rp4 ribu per potong untuk pempek kecil dan Rp20 ribu per porsi untuk pempek besar maupun tekwan, Pempek 88 menjadi pilihan kuliner yang ramah di kantong namun tetap mempertahankan kualitas rasa.

Kini, pelanggan tidak hanya datang dari sekitar Neglasari. Banyak pecinta kuliner di Tangerang yang sengaja mampir setelah mengetahui keberadaan pempek autentik Palembang tersebut melalui media sosial maupun layanan pesan antar daring.

“Untuk semua warga Tangerang yang pengen nyobain pempek rasa autentik Palembang, boleh datang langsung ke Pempek 88,” tutup Putri.

Tim Redaksi