SERANG – Sebanyak 28 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Serang menghentikan operasionalnya pada Senin (8/6/2026). Penghentian layanan terjadi akibat dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum masuk ke rekening masing-masing SPPG.
Akibat kondisi tersebut, seluruh dapur yang terlibat dalam program MBG di Kota Serang tidak dapat melakukan produksi maupun distribusi makanan kepada penerima manfaat pada hari itu.
Koordinator Wilayah BGN Kota Serang, Nuni Pratiwi, membenarkan penghentian operasional tersebut. Menurutnya, seluruh SPPG masih menunggu pencairan dana operasional yang menjadi sumber pembiayaan kegiatan harian dapur.
“Kalau hari ini ada 28 SPPG yang berhenti beroperasi karena belum ada pencairan dana,” kata Nuni, Senin (8/6/2026).
Ia menjelaskan, aturan yang diterapkan BGN tidak memperkenankan pengelola SPPG menggunakan dana talangan dari yayasan atau pihak lain untuk menutup kebutuhan operasional sementara. Karena itu, aktivitas dapur harus dihentikan hingga dana resmi diterima.
“Sistem di BGN tidak boleh menggunakan dana talangan yayasan, maka operasional menunggu dana dari pemerintah,” ujarnya.
Nuni mengatakan dana operasional wajib disalurkan langsung ke rekening virtual account (VA) masing-masing SPPG. Ia menyebut proses transfer mulai dilakukan pada Senin sehingga layanan diperkirakan kembali berjalan normal pada hari berikutnya.
“Per hari ini dana sudah masuk ke VA SPPG, jadi besok sudah bisa beroperasional kembali,” katanya.
Terhentinya operasional puluhan dapur MBG ini menunjukkan ketergantungan layanan terhadap kelancaran pencairan anggaran. Meski hanya berlangsung satu hari, keterlambatan penyaluran dana berdampak langsung pada aktivitas penyediaan makanan dalam program yang menyasar pelajar dan kelompok penerima manfaat lainnya.
Penulis: Audindra Kusuma
Editor: Usman Temposo
