Beranda Bisnis Dampak Tsunami, Okupansi Hotel di Anyer Anjlok saat Libur Lebaran

Dampak Tsunami, Okupansi Hotel di Anyer Anjlok saat Libur Lebaran

225
0
Ilustrasi - foto istimewa liputan6.com

SERANG – Pengelola hotel kawasan wisata Anyer dan sekitarnya mengalami tingkat penurunan hunian (okupansi) hotel libur Lebaran tahun ini. Hal tersebut merupakan dampak dari bencana tsunami yang melanda sebagian pesisir Banten pada Desember 2018 lalu.

Pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang, Titie Masniaty mengatakan, pasca tsunami Selat Sunda, pihak manajemen hotel mengaku hunian kamar sepi saat libur Idul Fitri tahun ini.

“Yang dibutuhkan untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan ke Anyer adalah rebranding, saat ini belum maksimal dilakukan,” ujarnya, Minggu (9/6/2019).

Dia mencontohkan, resort Allisa hanya terisi 50 persen dengan lama waktu menginap tamunya hanya dua hari, terhitung sejak 4 Juni 2019. Padahal hotel ini memiliki berbagai fasilitas, seperti olahraga air, kolam renang, tempat fitnes, massage, snorkeling hingga wisata ke Pulau Sangiang.

“Saat ini sudah ada peningkatan, rata-rata selama lebaran ini tingkat okupansinya 50 persen,” terangnya dilansir liputan6.com.

Sementara untuk wisata alternatif, sebut saja kebun Teh Cikuya, pemandian air panas alami, Pantai Sawarna, Suki Baduy hingga Museum Multatuli di Kabupaten Lebak juga belum maksimal. Ini karena wisatawan asal Jakarta hanya bisa menaiki KRL untuk bisa cepat ke lokasi dan turun di Stasiun Rangkasbitung.

Namun kendalanya yaitu belum banyak angkutan umum ke lokasi wisata di Kabupaten Lebak, sehingga harus menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa Mobil.

Hanya Museum Multatuli yang representatif dijangkau menggunakan kendaraan umum, karena letaknya berada di dekat Alun-alun Rangkasbitung.

“Kalau (fasilitas) dibilang lengkap enggak yah. Target Sebanyak banyaknya (wisatawan). KRL siap melayani, tiap hari penuh. Museum multatuli buka. Ke Baduy juga Ada, apalagi ada film Ambu, pasti makin banyak yamg pingin datang ke Baduy. Ini juga sebagai sinergis kita dengan production house, campaigne wisata Baduy,” ungkap  Bupati Lebak Iti Oktavia Jayabaya. (Red)