Beranda Peristiwa Dampak Kebakaran TPSA Bagendung, Pemukiman Warga Diselimuti Asap Tebal

Dampak Kebakaran TPSA Bagendung, Pemukiman Warga Diselimuti Asap Tebal

908
0
Akibat asap tebal, warga Cilegon mengenakan masker. (Foto : Gilang)

CILEGON – Asap tebal menyelimuti sejumlah lingkungan pemukiman warga di Kecamatan Cilegon dan Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Senin (5/8/2019) pagi. Asap tebal dengan bau menyengat itu berasal dari insiden kebakaran sampah di areal Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung.

“Kebakarannya itu kan dari kemarin ya, cuma baru hari ini asap itu sampai ke sini (lingkungan pemukiman),” ungkap Samani, salah seorang warga lingkungan Palas, Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon.

Pantauan BantenNews.co.id di beberapa titik lokasi, selain bau menyengat, tebalnya asap bahkan telah mengganggu jarak pandang yang hanya berada di kisaran 300 meter. Untuk mengantisipasi gangguan kesehatan, pemotor maupun pejalan kaki yang melintasi lokasi yang terdampak bahkan mengenakan masker.



“Baunya itu kan nyengat banget ya, mana bikin perih di mata juga,” terang Suryani, salah seorang pemotor ditemui di kawasan Kavling Blok I.

Baca : TPSA Kota Cilegon Kebakaran Hebat

Sementara itu petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cilegon membenarkan bila tebalnya asap yang masuk ke lingkungan pemukiman warga itu merupakan dampak dari insiden kebakaran sampah di TPSA Bagendung yang terjadi sejak Sabtu (3/8/2019) malam.

“Dua hari pemadamannya. Semalam saja kita lakukan pemadaman sampai jam 01.00 WIB, kita juga keterbatasan air karena juga kan berbarengan dengan listrik padam,” ungkap Kasi Operasi Pemadaman DPKP Kota Cilegon, Nanung Eko Siswanto.

Nanung mengaku pihaknya sudah berupaya maksimal untuk mengantisipasi agar asap tebal sebagai dampak kebakaran dari areal sampah yang mencapai 3 hektare tersebut tidak sampai masuk ke pemukiman warga.

“Kita sempat menunggu beberapa kali (menunda upaya pemadaman) karena angin juga saat itu dari arah selatan ke utara. Kita bahkan sudah menghabiskan 24 jerigen foam dengan cara disuntikkan ke sampah sebelum disemprot. Tapi setelah selesai, ternyata tetap angin bertiup ke arah pemukiman mulai dari JLS itu,” katanya. (dev/red)