Beranda Pemerintahan Damkar Sebut 75 Persen Kebakaran di Tangsel Berawal dari Korsleting Listrik

Damkar Sebut 75 Persen Kebakaran di Tangsel Berawal dari Korsleting Listrik

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel, Ahmad Dohiri. (Istimewa)

TANGSEL – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat sekitar 75 persen kasus kebakaran di wilayahnya dipicu korsleting atau arus pendek listrik.

Kondisi itu mendorong Damkar memperkuat edukasi kepada masyarakat agar risiko kebakaran dapat ditekan.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan, Ahmad Dohiri Adam mengatakan, hasil evaluasi penanganan kebakaran dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan instalasi listrik menjadi penyebab utama kebakaran rumah maupun bangunan.

“Kalau kita lihat penyebabnya, 75 persen kejadian kebakaran itu akibat korsleting listrik atau arus pendek,” kata Adam, Selasa (14/7/2026).

Data Damkar menunjukkan jumlah kebakaran mencapai 100 kasus sepanjang 2024. Angka tersebut turun menjadi 69 kasus pada 2025.

Namun hingga semester pertama 2026, Damkar sudah menangani sekitar 60 kasus kebakaran dan jumlah itu diperkirakan masih bertambah seiring puncak musim kemarau.

Melihat tingginya kasus akibat korsleting listrik, Damkar menggandeng PLN untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya merawat instalasi listrik sesuai standar keselamatan.

“Karena setiap tahun penyebabnya didominasi hal yang sama, kami menggandeng PLN untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai cara merawat instalasi listrik di rumah,” ujarnya.

Adam menegaskan, pencegahan kebakaran harus dimulai dari lingkungan rumah. Ia mengimbau masyarakat rutin memeriksa instalasi listrik dan segera mengganti komponen yang sudah rusak atau tidak layak pakai.

“Kami memiliki prinsip, kalau rumah aman maka kebakaran bisa dicegah. Karena itu masyarakat harus menjaga dan memastikan instalasi listrik di rumah tetap aman,” tegasnya.

Selain menggandeng PLN, Damkar juga mengoptimalkan peran Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) sebagai ujung tombak sosialisasi di tingkat lingkungan. Para relawan akan memberikan edukasi dan mendorong warga mengenali potensi kebakaran sejak dini.

Baca Juga :  Kader Posyandu Ujung Tombak Kesehatan Masyarakat Cilegon

“Redkar akan menjadi garda terdepan di wilayah masing-masing untuk mengedukasi masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan kebakaran,” katanya.

Penulis : Ahmad Rizki
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd