LEBAK – Kebakaran rumah masih menjadi ancaman serius di Kabupaten Lebak. Sepanjang 2025, Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lebak mencatat 44 kasus kebakaran rumah yang tersebar di berbagai kecamatan.
Data Damkar menunjukkan, Kecamatan Rangkasbitung menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 9 kejadian. Disusul Cijaku sebanyak 6 kasus, Cipanas 4 kasus, Bojongmanik dan Banjarsari masing-masing 3 kasus.
Sementara itu, Malingping, Cihara, Bayah, Cimarga, dan Panggarangan masing-masing mencatat 2 kasus. Adapun Cilograng, Sajira, Kalanganyar, Kuncang, Warunggunung, Cikulur, Lebakgedong, dan Cileles masing-masing mengalami 1 kasus kebakaran.
Komandan Regu Damkar Lebak, Nana Sumarna,l mengatakan, sebagian besar kebakaran bermula dari kelalaian di dalam rumah. Menurutnya, korsleting listrik dan kebocoran tabung gas masih menjadi penyebab dominan.
“Mayoritas kasus dipicu instalasi listrik yang tidak aman dan kebocoran tabung gas,” kata Nana, Senin (27/7/2026).
Nana meminta masyarakat lebih serius menjaga keamanan instalasi listrik di rumah. Ia mengingatkan warga agar tidak menggunakan colokan listrik secara berlebihan dan rutin memeriksa kondisi kabel maupun tabung gas.
“Semuanya harus dimulai dari rumah sendiri. Hindari colokan bertumpuk, periksa instalasi listrik, dan pastikan tabung gas dalam kondisi aman,” ujarnya.
Selain itu, Nana menyoroti minimnya kepemilikan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di rumah-rumah warga. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan mengendalikan api saat kebakaran baru mulai.
Menurutnya, banyak warga masih mengandalkan ember berisi air atau handuk basah untuk memadamkan api. Cara itu justru berisiko jika sumber kebakaran berasal dari arus listrik atau minyak.
“Sediakan APAR di rumah. Penanganan awal saat api masih kecil sangat menentukan agar kebakaran tidak meluas,” katanya.
Pihaknya berharap meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keselamatan listrik dan penggunaan APAR dapat menekan angka kebakaran rumah yang masih tergolong tinggi di Kabupaten Lebak.
Penulis : Mg-Aldo Marantika
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
