Beranda Peristiwa Dalam Sehari, 2 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Pandeglang

Dalam Sehari, 2 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Pandeglang

Peristiwa kebakaran yang terjadi di Pandeglang. (Memed/bantennews)

PANDEGLANG – Dalam sehari dua peristiwa kebakaran dengan lokasi berbeda terjadi di Kabupaten Pandeglang. Kebakaran yang pertama terjadi di Kampung Kahuripan RT 02 RW 01, Desa Parigi, Kecamatan Saketi dan yang kedua terjadi di Kampung Saruni RT 01 RW 01, Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari.

Peristiwa kebakaran di Saketi terjadi sekitar pukul 02.30 WIB yang menghanguskan satu bangunan material beserta isinya. Sedangkan kebakaran di Majasari menghanguskan satu bangunan pondok pesantren As-Siyfa berikut barang yang berada di dalamnya.

Hasan Basri, pemilik toko bangunan menuturkan bahwa dirinya tidak mengetahui secara persis dari mana sumber api itu muncul. Mulanya ia hanya mendengar suara patahan kayu seperti terbakar karena penasaran ia membuka jendela dan mendapati bangunan tempat menyimpan kayu untuk bahan kusen miliknya sudah terbakar.

Selanjutnya ia bergegas ke luar rumah untuk meminta pertolongan dari warga sekitar. Tidak lama kemudian petugas dari Damkar Pandeglang muncul dan api berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu hanya istri korban mengalami luka dibagian tangannya terkena serpihan kaca.

“Kurang tau saya juga itu udah ketahuan menyala aja disitu, pas saya bangun jam setengah tiga kedengaran kaya ada yang terbakar pas saya lihat dari jendela ko ada api dari bawah dan saya langsung keluar, terus saya panggil masyarakat dan mereka langsung ngumpul dan blambir (mobil damkar) nyampe, kalau blambir ga nyampe kayanya udah abis semua ini. Korban jiwa ga ada cuman ibunya (istri korban-red) tangannya kena kaca dan sekarang masih dirawat oleh bidan,” tutur Hasan, Rabu (8/5/2019).

Sementara itu salah seorang santri Pondok Pesantren As-Siyfa Saruni, Agus Sunandar mengatakan dugaan sementara api berasal dari arus pendek listrik yang berada di salah satu ruang yang terbakar,

Kejadian sekitar jam 11.30 WIB, kalau penyebabnya belum bisa diidentifikasi apa penyebabnya namun secara kasat mata ini diduga disebabkan karena arus pendek listrik sehingga menyebabkan kebakaran tersebut, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu karena pada saat kejadian para santri tengah melakukan pengajian rutin.

“Tidak ada korban jiwa karena biasanya jam 10.30 WIB kami melakukan pengajian di majlis dan pada saat kejadian juga kami sedang melakukan pengajian di majlis, ada beberapa barang-barang yang terbakar di pondok pesanten terutama yang kami sayangkan kitab-kitab yang sudah kami kaji ikut terbakar, terus pakaian, alat elektronik Hp segala macam,” terang Agus.

Akibat dua kejadian itu ditaksir kerugian mencapai ratusan juta rupiah. (Med/Red)