PANDEGLANG – Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sejumlah bangunan di Kabupaten Pandeglang roboh dan mengalami kerusakan berat pada Jumat (14/11/2025). Sebanyak empat rumah dan satu bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) dilaporkan ambruk akibat cuaca ekstrem tersebut.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, terdapat lima kejadian bangunan roboh yang tersebar di empat kecamatan: dua rumah di Kecamatan Pandeglang, masing-masing satu rumah di Kecamatan Saketi dan Cikeusik, serta satu bangunan SDN Cimanis di Kecamatan Sobang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBDPK Pandeglang, Lilis Sulistiati, mengatakan bahwa cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama kerusakan bangunan, ditambah faktor usia bangunan yang sudah rentan.
“Penyebab utama bangunan roboh karena angin kencang yang disertai hujan deras. Selain itu, usia bangunan juga memengaruhi tingkat kerusakan,” kata Lilis.
Untuk korban rumah roboh, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Pandeglang agar segera diberikan bantuan.
“Kalau rumah itu rusak berat dan berada di tanah sendiri, pemilik bisa mengajukan proposal melalui BPBDPK. Kami akan memberikan keterangan dan meneruskannya ke Perkim,” jelasnya.
Selain bangunan roboh, BPBDPK juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang, khususnya di sepanjang jalan protokol.
“Untuk pohon di jalan provinsi, pihak kecamatan akan berkoordinasi dengan dinas provinsi. Kami akan mendampingi saat kegiatan pemangkasan,” tambah Lilis.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap hujan yang disertai angin kencang mengingat Pandeglang telah memasuki musim penghujan.
“Harap masyarakat selalu berhati-hati dan waspada terhadap kondisi cuaca saat ini,” pesannya.
Penulis: Memed
Editor: Usman Temposo
