Beranda Pariwisata Cuaca Ekstrem Picu Penurunan Kunjungan Wisata Pantai Lebak Saat Nataru 2025

Cuaca Ekstrem Picu Penurunan Kunjungan Wisata Pantai Lebak Saat Nataru 2025

Wisatawan berkunjung ke salah satu pantai di Kabupaten Lebak. (Foto: Istimewa)

LEBAK – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak mencatat jumlah kunjungan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 mencapai sekitar 150.030 orang. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.

Kepala Disbudpar Kabupaten Lebak, Yosep M. Holis, mengatakan penurunan kunjungan wisata diduga kuat dipengaruhi oleh faktor cuaca ekstrem, mengingat mayoritas destinasi wisata di Lebak merupakan kawasan pantai.

“Pada tahun 2024, jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lebak mencapai sekitar 250 ribu orang. Sementara pada Nataru 2025 ini hanya 150.030 wisatawan. Penurunan ini disebabkan oleh prediksi cuaca buruk yang kerap diberitakan, meskipun kondisi di lapangan relatif aman,” ujar Yosep kepada awak media, Selasa (6/1/2026).

Ia menjelaskan, sejak awal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak memang telah memproyeksikan target kunjungan wisata Nataru 2025 berada di bawah capaian tahun sebelumnya. Kendati demikian, Pemkab tetap berkomitmen melakukan pembenahan sektor pariwisata secara bertahap.

“Prediksi cuaca ekstrem juga berdampak pada pergeseran tren kunjungan. Jika sebelumnya wisata pantai seperti Sawarna menjadi tujuan utama, pada Nataru kali ini wisatawan cenderung memilih destinasi nonpantai,” jelasnya.

Berdasarkan data Disbudpar Lebak, dari total sekitar 150 ribu wisatawan yang tercatat sejak 24 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, kunjungan tersebar di 42 destinasi wisata. Lima destinasi dengan jumlah pengunjung tertinggi yakni Lereng Cibolang dengan lebih dari 12 ribu pengunjung, Seba Budaya Baduy sebanyak 7.259 kunjungan, Makam Wong Sagati 6.104 kunjungan, Ziarah Cokel 5.950 kunjungan, serta BIM Waterpark dengan 5.714 pengunjung.

“Meski mengalami penurunan, kunjungan wisatawan saat Nataru tetap memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku wisata dan UMKM, serta turut berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah,” pungkas Yosep.

Baca Juga :  Wisatawan Wisata Anyer Membludak, Kendaraan Melaju 20 KM Per Jam

Penulis: Sandi Sudrajat
Editor: Usman Temposo