Beranda Peristiwa Cuaca Ekstrem Lumpuhkan Aktivitas Nelayan Lebak, Ratusan Perahu Parkir di Pelabuhan Binuangeun

Cuaca Ekstrem Lumpuhkan Aktivitas Nelayan Lebak, Ratusan Perahu Parkir di Pelabuhan Binuangeun

Perahu nelayan saat bersandar di Pelabuhan Binuangeun, Kabupaten Lebak(Foto: Sandi Sudrajat).

LEBAK – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Lebak Selatan membuat sekitar 800 nelayan di Pelabuhan Nelayan Binuangeun, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, terpaksa menghentikan aktivitas melaut.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gelombang tinggi mencapai 3–5 meter menerjang Pesisir Selatan Banten sejak 13 hingga 16 November 2025.

Nurman, relawan BPBD Kecamatan Wanasalam, mengatakan kondisi gelombang saat ini sangat membahayakan keselamatan nelayan, terutama yang menggunakan perahu kecil.

“Gelombang sangat tinggi. Kalau perahu kecil nekat melaut, bisa terbalik karena ombak besar,” kata Nurman saat dihubungi, Sabtu (15/11/2025).

Ia menyebutkan, nelayan merasa keberatan karena tidak dapat mencari nafkah, sementara kebutuhan harian tetap berjalan.

“Selama tidak melaut, pengeluaran tetap ada sementara pemasukan tidak ada,” ujarnya.

Akibat cuaca ekstrem ini, kerugian nelayan ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, sementara perahu hanya bisa bersandar di pelabuhan sambil menunggu kondisi membaik.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama, mengimbau para nelayan untuk tidak memaksakan diri melaut di tengah gelombang tinggi.

“Kami paham kondisi ekonomi nelayan, tapi keselamatan lebih penting. Gelombang tinggi sangat membahayakan, terutama bagi perahu-perahu tradisional,” tegasnya.

Penulis: Sandi Sudrajat
Editor: Usman Temposo