CILEGON – Cuaca ekstrem yang saat ini tengah melanda sejumlah wilayah, khususnya Kota Cilegon menimbulkan kerawanan bencana hidrometeorologi. Tujuh dari delapan kecamatan di Kota Cilegon terdeteksi rawan banjir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, Suhendi membeberkan titik-titik rawan banjir di tujuh kecamatan di Kota Cilegon. Kecamatan Ciwandan menjadi wilayah yang paling banyak terdapat titik rawan banjir.
“Kecamatan Ciwandan itu ada di Kelurahan Gunungsugih, Randakari, Kepuh, Kubangsari. Penyebabnya drainase tersumbat dan limpasan air dari kawasan industri,” katanya kepada BantenNews.co.id, Kamis (20/11/2025).
Kecamatan lainnya yang terdeteksi rawan banjir yakni Citangkil, Cibeber, Jombang, Purwakarta, Grogol, dan Pulomerak. Penyebabnya pun bervariatif.
“Ada yang karena pertemuan aliran anak sungai, buruknya saluran air, sungai meluap, penyempitan, sedimentasi, drainase belum optimal, limpasan air dari daerah tinggi, topografi rendah hingga potensi banjir rob,” ucap Suhendi.
Suhendi mengungkapkan, guna menghadapi kerawanan bencana itu BPBD Kota Cilegon juga telah mengupayakan mitigasi struktural (fisik), non-struktural (non-fisik), dan jangka panjang.
“Seperti normalisasi, pembangunan drainase, pemasangan alat Early Warning System (EWS), edukasi ke masyarakat, hingga integrasi mitigasi banjir dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Cilegon sudah kami lakukan,” ungkapnya.
Selain banjir, bencana tanah longsor juga berpotensi terjadi di Kota Cilegon. Meski jarang dan lokasinya tidak menentu, namun sementara ini ada dua kecamatan yang berpotensi terjadi bencana tersebut.
“Yang ada potensi di Kecamatan Pulomerak dan Grogol. Pak Walikota pernah mewacanakan untuk warga Lingkungan Sukasari, Kelurahan Tamansari, Pulomerak untuk direlokasi, tapi perlu kajian tindaklanjut,” tutup Suhendi.
Penulis: Maulana
Editor : TB Ahmad Fauzi
