SERANG — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Banten terus menunjukkan capaian signifikan. Hingga Kamis (1/10/2026), sebanyak 7.263.558 warga Banten telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan melalui program tersebut.
Capaian itu telah melampaui target nasional yang ditetapkan sebesar 46 persen dari total penduduk Banten yang mencapai sekitar 12,9 juta jiwa.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Menurutnya, program CKG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya tanpa terbebani biaya pemeriksaan.
“Ini adalah sebuah capaian yang luar biasa, menandakan bahwa program ini betul-betul ditunggu oleh masyarakat. Karena selama ini mau memeriksakan kesehatannya harus bayar,” kata Andra Soni.
Ia mencontohkan, pemeriksaan gula darah saja sebelumnya dapat membutuhkan biaya. Namun melalui program CKG, masyarakat bisa mendapatkan berbagai pemeriksaan secara gratis.
Pemeriksaan tersebut antara lain tekanan darah, gula darah, kolesterol hingga pemeriksaan paru-paru atau toraks.
Andra menegaskan, capaian 46 persen tidak boleh menjadi batas akhir pelaksanaan CKG. Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang mengetahui kondisi kesehatannya, semakin besar pula peluang melakukan pencegahan sejak dini.
“Hal yang harus kita lakukan sekarang adalah mencegah, jangan sampai bagian tubuh kita yang penting-penting itu rusak. Caranya bagaimana? Periksakan kesehatannya,” ujarnya.
Dari pelaksanaan CKG, Andra menyebut terdapat dua masalah kesehatan yang cukup sering ditemukan, yakni hipertensi dan diabetes.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kedua penyakit tersebut karena dapat memicu komplikasi apabila tidak dikendalikan.
“Diabetes juga salah satu yang paling sering kita temukan. Dua hal ini bisa menyebabkan komplikasi. Bisa kena serangan jantung atau masalah dengan jantung, apalagi juga bisa bermasalah dengan ginjal,” katanya.
Karena itu, masyarakat yang telah mengetahui memiliki masalah kesehatan diminta rutin melakukan kontrol di puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Andra juga memastikan pemerintah terus memperkuat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan melalui kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan BPJS Kesehatan.
Ia menyebut cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Provinsi Banten saat ini berada di kisaran 98 persen.
“Artinya, selama orang Banten, KTP-nya Banten, kalau sakit itu bisa langsung ke rumah sakit yang melayani BPJS. Hampir semua rumah sakit di Provinsi Banten ini melayani BPJS, termasuk klinik-klinik,” ujarnya.
Andra meminta masyarakat tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan ketika membutuhkan pertolongan. Ia juga meminta tenaga kesehatan memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat.
“Layani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kalau ada orang sakit, orang datang ke rumah sakit itu tidak dilayani dengan baik, akan menambah berat beban mereka yang sedang sakit,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, pemerintah daerah terus mendorong pelaksanaan CKG meskipun target nasional sebesar 46 persen telah terlampaui.
Menurut Ati, Gubernur Banten menginginkan akses pemeriksaan kesehatan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, sehingga pelaksanaan CKG tidak berhenti setelah target nasional tercapai.
“Target nasional yang ditetapkan itu sekitar 46 persen dari total penduduk 12.900.021 orang. Namun, bagaimana Bapak Gubernur menginginkan semua masyarakat agar mendapatkan akses layanan kesehatan, sehingga kita tidak boleh berhenti pada capaian 46 persen,” kata Ati.
Ia menyebut hingga hari ini jumlah warga yang telah menjalani pemeriksaan mencapai 7.263.558 orang.
Angka tersebut meningkat sekitar 20 ribu warga dibandingkan data sebelumnya yang disampaikan sehari sebelumnya.
“Tadi Pak Gubernur mengatakan 43 ribu, itu data yang kemarin. Data hari ini sudah 63 ribu, artinya sudah ada kenaikan kembali dalam satu hari,” ujarnya.
Ati menegaskan, program CKG akan terus dilanjutkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan sekaligus mendorong deteksi dini berbagai penyakit.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya datang ke fasilitas kesehatan ketika sudah mengalami sakit, tetapi dapat mengetahui kondisi tubuh sejak awal dan melakukan langkah pencegahan maupun pengobatan secara lebih cepat.
Penulis: Ade Faturohman
Editor: Wahyudin
