Beranda Gaya Hidup Ciptakan Anak Berkualitas, Orangtua dan Guru Perlu Paham Parenting

Ciptakan Anak Berkualitas, Orangtua dan Guru Perlu Paham Parenting

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar pembinaan kepada orangtua dan guru - foto istimewa

TANGERANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar pembinaan kepada orangtua dan guru di sekolah mengenai parenting. Kegiatan ini juga bekerja sama dengan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Tangerang, di SDN Taman Cibodas, Selasa (27/9).

“Kegiatan ini bermaksud memberikan edukasi mengenai pola asuh dan didik kepada orangtua dan guru, supaya nantinya bisa menciptakan anak-anak berkualitas yang siap menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, anak-anak kita bisa membawa bangsa dan negara ini menuju masa keemasan yang kelak bisa dicapai pada tahun berikutnya.” ungkap Yusuf Alfian Geovany, Sekretaris DP3AP2KB Kota Tangerang.

Pertemuan yang dihadiri oleh 30 orang tua murid dan guru dari perwakilan tiap kelas ini, membahas mengenai peran pendidik dan orang tua dalam tumbuh kembang anak. Materi disampaikan langsung oleh Sri Damayanti, Ketua dan Psikolog dari Puspaga Kota Tangerang.

“Kami dari tim Puspaga dibawah arahan DP3AP2KB Kota Tangerang, hari ini melaksanakan kegiatan parenting. Bekerja sama dengan sekolah-sekolah, khususnya sekolah ramah anak. Sehingga program ini dapat lebih maksimal, agar anak kedepan akan berhasil dalam pendidikannya,” jelas Sri.

Diharapkan, peran orangtua dan pendidik bisa saling bersinergi dalam perkembangan tumbuh kembang anak baik di rumah dan lingkungan sekolah. Sehingga, anak-anak bisa mendapatkan pendidikan yang sesuai.

“Materi yang disampaikan sangat bermanfaat. Selain teori juga ada permasalahan yang dihadapi orang tua dengan anak dan solusi yang harus dilakukan. Dari bagaimana kita menyikapi anak, memberikan apresiasi, validasi dengan menjaga perasaannya. Kami juga diberikan pemahaman mengenai Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), sehingga kita bisa lebih tahu apakah anak kita termasuk dalam ciri ABK tersebut,” ucap Ayu Lulu yang merupakan salah satu orang tua murid.

(Ril/Red)