CILEGON – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Cilegon, Rahmatulloh mendorong penguatan kelembagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui Raperda Perubahan Kelembagaan. Menurutnya, potensi bencana di Kota Cilegon sangat beragam mengingat Cilegon berada di titik bencana tektonik dan kontur tanah yang rawan.
“Banjir dan longsor yang terjadi di Ciwandan-Citangkil, Panggung Rawi-Metro, Cibeber, dan Pabean-Purwakarta, serta bencana lain seperti gempa dan potensi tsunami di Kota Cilegon termasuk besar, dan hal itu tidak bisa ditangani secara parsial,” ujarnya, Kamis (24/9/2026).
Dijelaskan Rahmatulloh, fenomena maraknya pemanfaatan sumber daya alam di Cilegon seperti tambang galian pasir turut mendorong adanya potensi kerusakan lingkungan yang berujung pada bencana.
“Banjir ini bencana yang tidak diharapkan. Kita harus menjaga alam dan lingkungan agar tidak ada bencana lainnya,” katanya.
Persoalan kian pelik lantaran minimnya anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam APBD Perubahan 2026 yang hanya dialokasikan sekitar Rp3 miliar. Nilai itu bahkan dipandang sangat minim untuk mengantisipasi bencana yang semakin sering terjadi. Terlebih BTT tidak berada di BPBD, melainkan dikelola Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) dengan mekanisme pencairan yang mensyaratkan penetapan status darurat bencana dimana dampaknya harus berskala masif.
“Kalau BTT itu mekanismenya cukup panjang. Harus penetapan status darurat dulu. Artinya, ketika banjir melanda tetapi belum berstatus darurat, BPBD harus bergerak dengan sumber daya terbatas. Padahal penguatan struktur harus diiringi kapasitas SDM, anggaran, dan infrastruktur,” jelas Anggota Badan Anggaran DPRD Cilegon ini.
Untuk diketahui, Raperda yang tengah dalam uji publik ini akan mengubah BPBD Kota Cilegon menjadi Tipe A sesuai Permendagri Nomor 18 Tahun 2025. Perubahan penting yang terjadi yakni jabatan Kepala BPBD dari sebelumnya ex-officio Sekda menjadi jabatan definitif, dengan struktur 3 bidang dan 1 sekretariat.
Penulis: Gilang Fattah
Editor: Wahyudin
