Beranda Peristiwa Cicakal Girang Jadi Bukti Buruknya Perawatan Jalan Menuju Wisata Baduy

Cicakal Girang Jadi Bukti Buruknya Perawatan Jalan Menuju Wisata Baduy

Kondisi jalan rusak di Cicakal Girang, akses utama menuju kawasan wisata Baduy. (Foto: Istimewa)

LEBAK — Kondisi infrastruktur menuju kawasan wisata adat Baduy kembali menjadi sorotan. Jalur utama yang melewati sejumlah pos pemberhentian dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius, terutama di titik terakhir, yakni Pos 4 di Cicakal Girang.

Akses menuju kawasan Baduy diketahui memiliki empat pos utama yang biasa dilalui wisatawan, yakni Pos 1 Ciboleger, Pos 2 Cijahe, Pos 3 Binong, dan Pos 4 Cicakal Girang. Namun, kondisi jalan di titik terakhir tersebut kini memprihatinkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jalur di Cicakal Girang terakhir kali diperbaiki pada 2017. Sejak saat itu, tidak ada perawatan signifikan, sementara kondisi jalan terus mengalami penurunan.

Ikhwan, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa kerusakan paling parah berada di wilayah Cicakal Girang. Jalan dipenuhi lubang, rawan longsor, dan membahayakan pengendara.

“Saat musim hujan, jalan berubah menjadi licin dan sulit dilalui, baik kendaraan maupun pejalan kaki,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Ia menilai, kondisi ini sangat disayangkan mengingat kawasan Baduy merupakan salah satu ikon wisata budaya di Kabupaten Lebak.

“Seharusnya akses menuju destinasi unggulan seperti ini diperhatikan dengan serius. Jangan sampai wisatawan justru terhambat karena infrastruktur yang buruk,” katanya.

Selain berdampak pada kenyamanan wisatawan, kerusakan jalan juga mengganggu aktivitas warga. Masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata dan pertanian ikut terdampak, mulai dari menurunnya jumlah kunjungan hingga meningkatnya risiko kecelakaan.

Sementara itu, Idham, pengurus Koordinator Kumala, mendesak Pemerintah Daerah Lebak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk segera melakukan perbaikan.

“Jangan hanya promosi wisata yang ditingkatkan, tetapi infrastrukturnya diabaikan. Kami minta dinas terkait segera turun tangan, khususnya di titik terparah di Cicakal Girang,” tegasnya.

Ia menambahkan, jalur tersebut merupakan urat nadi utama menuju kawasan wisata adat Baduy. Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan akan menghambat perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Lebak.

Baca Juga :  20 Warga Banten Jadi Korban Kebakaran Depo Pertamina, 5 Meninggal Dunia 

Dengan potensi wisata budaya yang besar, perbaikan infrastruktur dinilai menjadi langkah mendesak agar citra pariwisata Baduy tetap terjaga dan mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Penulis: Sandi Sudrajat
Editor: Usman Temposo