Beranda Artis Cerita Pemeran Film YUNI Belajar Bahasa Daerah Banten

Cerita Pemeran Film YUNI Belajar Bahasa Daerah Banten

Film Yuni. (IST)

SERANG – YUNI, film panjang karya sutradara perempuan terkenal, Kamila Andini sangat ditunggu-tunggu oleh pecinta film tanah air. Bertempat di Serang, Banten dan memakai bahasa Jawa Serang (Jaseng) yang jarang ditemukan di film-film lainnya, membuat YUNI menjadi salah satu daya tarik dari film tersebut.

Yuni yang merupakan karakter utama dalam film ini diperankan oleh Arawinda Kirana. Memakai bahasa daerah dari asal tempat syuting yaitu bahasa Jawa Serang (Jaseng), menjadi suatu tantangan menarik bagi aktris cantik kelahiran 2001 ini.

Untuk menjiwai karakternya, ia mengaku sempat menginap beberapa minggu di salah satu rumah warga asli Serang dan dalam kesehariannya menggunakan bahasa Jaseng.

“Mungkin bagi aku risetnya itu sebatas gimana menjadi orang Serang lokal dengan melakukan homestay beberapa minggu sebelum syuting dimulai. Aku tidur, bangun tidur sama keluarga yang aku stay di sana. Jadi benar-benar bisa merasakan banget. Itu sih yang benar-benar bikin aku bisa ngomong Jaseng itu karena mereka sama sekali nggak ngomong bahasa Indonesia sama aku. Semuanya aku cuma berusaha mengerti aja dan sampai sekarang ada yang masih kebawa (logat) dengan aku,” cerita Ara dalam acara Quarantine Talk 4 bersama Kamila Andini dan dua pemain lainnya beberapa waktu lalu.

Cerita lainnya datang dari pemeran Suci yakni Asmara Abigail. Baginya mendapatkan peran dengan menggunakan bahasa Jaseng merupakan hal yang baru.

“Seru banget, karena aku kan enggak familiar dengar bahasa Jaseng ya. Mungkin kalau misalnya bahasa Jawa udah lebih sering dapat peran-peran yang ada hubungannya sama bahasa Jawa tapi untuk bahasa Jaseng seru banget,” ungkap Abigail.

Perempuan penyuka warna ungu ini mengaku mempelajari bahasa Jaseng dengan intensif selama dua minggu dengan jarak jauh.

“Aku lebih banyak belajar online karena kebetulan waktu workshop lagi nggak di Jakarta, jadi seru sih. Waktu itu lagi di Itali, tapi selalu kayak teleponan pakai bahasa Jaseng. Intensif 2 minggu, aku banyak banget belajar dari voice note (pesan suara),” katanya.

Film YUNI mengisahkan tentang remaja pintar yang masih duduk di bangku SMA, hidup di kota kecil dan memiliki banyak mimpi namun masalah datang saat ia fokus mengejar mimpinya.

Setelah sukses diputar di Toronto International Film Festival (TIFF) 2021, selanjutnya YUNI akan diputar di Busan International Film Festival (BIFF) ke-26 tahun 2021 dan Vancouver International Film Festival 2021 pada Oktober mendatang.

(Nin/Red)