SERANG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten mencatat 387.250 kasus influenza A hingga awal Oktober 2026. Meski penyebarannya cepat, Dinkes menyebut influenza A sejauh ini belum menunjukkan dampak serius yang memicu kegawatdaruratan.
Kepala Dinkes Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, karakter influenza A berbeda dengan Covid-19. Menurutnya, sebagian besar kasus dapat pulih dengan sendirinya jika masyarakat memiliki daya tahan tubuh yang baik.
“Jadi kasus influenza A ini sebenarnya kasus yang sudah biasa, cuma memang tingkat daya penyebarannya ini luar biasa cepat. Tapi, untuk mengakibatkan kegawatdaruratan, ini sangat minim,” kata Ati, Senin (5/10/2026).
Ati memastikan, angka kasus influenza A di Banten saat ini masih di bawah 500 ribu. Berdasarkan pencatatan Dinkes Banten, jumlahnya mencapai sekitar 387.250 kasus.
“Angka pastinya sekitar 387.250,” ujarnya.
Kasus influenza A menyebar hampir di seluruh kabupaten dan kota di Banten. Ati menyebut tingginya angka temuan juga berkaitan dengan skrining yang dilakukan rumah sakit, klinik, dan puskesmas.
Petugas melakukan pemeriksaan terhadap pasien yang mengalami gejala menyerupai influenza. Langkah itu bertujuan menemukan kasus lebih cepat sekaligus mencegah penularan.
“Tujuannya ketika kita menemukan kasus itu, maka mereka harus diedukasi. Bagaimana mereka tidak menularkan, kedua bagaimana dia cepat disembuhkan,” katanya.
Ati menegaskan, influenza A bukan penyakit dengan karakteristik seperti Covid-19. Gejalanya, kata dia, umumnya menyerupai flu biasa.
“Ini bukan kayak Cobid, ini biasa. Kayak influenza biasa, flu biasa,” ujarnya.
Dinkes juga mengimbau warga yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui jenis virus dan menentukan penanganannya.
Ati juga meminta masyarakat menjaga daya tahan tubuh dengan mencukupi kebutuhan air putih, beristirahat, mengonsumsi makanan bergizi, serta rutin beraktivitas fisik. Warga juga perlu rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
“Cuci tangan, pokoknya sering-sering cuci tangan karena biasanya influenza tertular dari tangan yang terkontaminasi, kita usap-usap hidung, mulut, akhirnya terkontaminasi,” katanya.
Meski kasusnya sudah mencapai 387.250, Ati mengatakan, pihaknya belum melihat dampak buruk yang mengkhawatirkan akibat influenza A.
“Insya Allah enggak ada,” ucapnya.
Penulis : Audindra Kusuma
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
