Beranda Bisnis CEO XL Axiata Resmikan Masjid Wakaf Karyawan

CEO XL Axiata Resmikan Masjid Wakaf Karyawan

205
0
Presiden Direktur & CEO PT XL Axiata Tbk (XL Axiata), Dian Siswarini, meresmikan secara langsung masjid yang merupakan wakaf dari karyawan dan manajemen perusahaan

SERANG –  Presiden Direktur & CEO PT XL Axiata Tbk (XL Axiata), Dian Siswarini, meresmikan secara langsung masjid yang merupakan wakaf dari karyawan dan manajemen perusahaan. Masjid Sadiah binti Hadad Gandadiwirja yang baru saja selesai pembangunannya tersebut berlokasi di Dusun Claket, Desa Bulugunung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Bupati Kabupaten Magetan Drs. Suprawoto ikut menyaksikan secara online.

Bupati Kabupaten Magetan, Drs. Suprawoto mengatakan mewakili warga masyarakat Kabupaten Magetan dan khususnya warga Desa Bulugunung, Plaosan, pihaknya menyampaikan terima kasih yang tidak terhingga kepada ibu Dian Siswarini dan keluarga besar XL Axiata yang memberikan hadiah sangat bernilai bagi kami, yaitu masjid yang megah dan indah ini.

“Terlebih, beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Ramadan, jadi ini sungguh hadiah yang luar biasa. Saya berharap, masyarakat Desa Bulugunung akan menjaga masjid ini sebaik-baiknya, agar bisa menjadi tempat beribadah dan juga pusat kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujarnya, Rabu (14/4/2021)

 

Sementara itu Dian Siswarini mengungkapkan rasa syukur bahwa pembangunan masjid tersebut bisa selesai lebih cepat dari perkiraan sebelumnya sehingga bisa segera dimanfaatkan lagi oleh masyarakat sekitar.

“Kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu realisasi pembangunan masjid wakaf ini, termasuk dukungan dari Bapak Bupati. Suatu kehormatan bagi kami manajemen dan karyawan XL Axiata bisa ikut berpartisipasi membangun fasilitas umum yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Semoga masjid ini membawa berkah yang besar bagi masyarakat Desa Bulugunung dan sekitarnya,” katanya.

 

Pembangunan masjid Sadiah binti Hadad Gandadiwirja ini dimulai pada awal Desember 2020, dengan menelan biaya sekitar Rp 1,2 milyar yang berasal dari dana wakaf manajemen, karyawan, serta pelanggan setia XL Axiata. Untuk mewujudkan pembangunan ini, XL Axiata bekerjasama dengan Rumah Zakat Indonesia. Program Wakaf sebagai salah satu program rutin Majelis Taklim XL Axiata (MTXL) yang merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan.

 

Pembangunan masjid wakaf ini merupakan proyek pembangunan wakaf yang diresmikan pertama pada tahun 2021. Sebelumnya telah dibangun Wakaf Jembatan di Lebak Banten dan Wakaf Balai Energi Listrik di Kalimantan Barat pada tahun 2020 lalu .

 

Masjid Sadiah binti Hadad Gandadiwirja terdiri dari dua lantai dengan luas 240 meter persegi, serta berdiri di lahan seluas 500 meter persegi. Dengan ukuran sebesar itu, masjid ini bisa menampung sekitar 120 jamaah. Masjid wakaf ini menjadi satu kawasan dengan Rumah Tahfidz Ibnu Abbas.

Selain ruang untuk beribadah, masjid ini juga memiliki ruang serba guna untuk aktivitas pelayanan kepada masyarakat, seperti antara lain kegiatan pendidikan, pengajian, taklim, juga pertemuan. Guna mendukung kelancaran aktivitas warga, XL Axiata juga memasang seperangkat router internet lengkap dengan paket data 20GB gratis yang akan diisi setiap bulan selama setahun.

 

Dalam kesempatan yang sama Majelis Taklim XL juga menyalurkan Donasi untuk anak yatim piatu. XL Axiata akan bekerjasama dengan Rumah Zakat Indonesia juga akan memberikan pendampingan selama 1 tahun kedepan berupa penyuluhan dan pelatihan untuk pemaksimalan dalam memanfaatkan fasilitas yang terdapat di masjid wakaf ini.

Selain itu, tahun 2021 ini MTXL juga telah menyalurkan dana zakat untuk program Kampung Bina Ternak berupa 1000 Ayam Petelur di Lamongan propinsi Jawa Timur dan Smart Farm Academy di Propinsi Sumatera Selatan berupa traktor tangan, pompa, sumur pantek, serta bibit tanaman. Pada 2 program zakat tersebut, diberikan pelatihan praktek dan teori untuk budidaya, pengemasan, sampai dengan pemasaran. Serta Lapak Berkah di daerah Jabodetabek yang ditujukan untuk warga yang terdampak pemutusan hubungan kerja pada masa pandemi saat ini.

(Red)