KAB. TANGERANG — Ketergantungan anak terhadap gawai menjadi perhatian Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah. Ia mendorong orang tua mengenalkan permainan catur sebagai salah satu aktivitas alternatif bagi anak.
Dimyati menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Liga Catur Percasi Kabupaten Tangerang Putaran Keempat Open Ngeround Non-Master di Kantor Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Minggu (20/9/2026).
Menurut Dimyati, penggunaan gawai dan paparan media sosial yang berlebihan perlu diimbangi dengan kegiatan yang mendorong anak berpikir dan berinteraksi secara langsung. Catur dinilai memiliki unsur strategi dan analisis yang dapat melatih kemampuan berpikir anak.
“Ini adalah tanggung jawab kita bersama, termasuk para pengurus Percasi untuk memasyarakatkan olahraga catur ini sehingga semakin disenangi oleh semua kalangan,” kata Dimyati.
Ia juga menyebut catur relatif mudah dimainkan dan tidak membutuhkan fasilitas yang kompleks. Karena itu, olahraga tersebut dinilai dapat diperkenalkan kepada anak melalui keluarga maupun lingkungan sekolah.
Selain persoalan penggunaan gawai, ajang catur di Kabupaten Tangerang juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet. Ketua Percasi Kabupaten Tangerang Hendra mengatakan putaran keempat tersebut diikuti 102 peserta.
Menurut Hendra, kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga digunakan untuk menjaring atlet yang dapat dipersiapkan menghadapi kompetisi berikutnya.
“Putaran yang kita laksanakan ini merupakan bentuk pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet unggul untuk mengikuti berbagai ajang turnamen ke depan,” ujar Hendra.
Percasi Kabupaten Tangerang saat ini juga mempersiapkan kontingennya untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 yang akan berlangsung di Kota Tangerang Selatan pada 15–23 November 2026.
Cabang olahraga catur menjadi salah satu dari 60 cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Porprov VII Banten.
Dengan demikian, kegiatan catur di Kabupaten Tangerang memiliki dua sisi yang berjalan bersamaan, yakni memperluas aktivitas anak di luar gawai sekaligus menjadi bagian dari proses pencarian dan pembinaan atlet untuk kompetisi tingkat daerah.
Tim Redaksi
