Beranda Cinta Cara yang Bisa Dilakukan dengan Mantan Biar Gak Bermusuhan

Cara yang Bisa Dilakukan dengan Mantan Biar Gak Bermusuhan

68
0
Ilustrasi - foto istimewa IDN Times

Dalam menjalin hubungan perpisahan bukanlah tujuan, bahkan tidak sedetik pun ada di dalam harapan. Namun bagaimanapun kita berusaha, saat waktu dan takdir belum mengijinkan untuk bersama, maka perpisahan pun adalah ujungnya. Entah karena alasan apa pun, perpisahan tidak selalu memberikan akhir yang indah.

Bahkan tidak jarang untuk sekedar menyapa, kalian pun akan sangat canggung. Meski sebelumnya kalian adalah pasangan yang tidak dapat terpisahkan. Seiring bertambahnya usia, kamu dan dia tahu bagaimana cara untuk berpisah yang tak membuat kalian menjadi musuh.

Kalian tahu bagaimana harus menanggapi perasaan dan mengatasi lingkungan yang tak mendukung keputusan kalian.

Lalu seperti apa sih orang dewasa menjalani keputusan untuk berpisah? Berikut seperti dilansir IDN Times.

1. Bicarakan semua yang kalian rasakan

Sama seperti ketika kalian masih menjalin kasih, komunikasi adalah kunci agar setiap masalah yang ada menjadi lebih mudah untuk diatasi. Begitupun saat kalian merasa sudah gak lagi sepakat atas kata dan sepaham atas perasaan. Katakan apa yang kamu rasakan, ajak dia untuk menyelesaikan setiap masalah dalam obrolan santai.

Sekalipun memang tidak menemukan titik terang dan berpisah adalah keputusan akhir yang harus kalian tempuh. Kamu dan dia harus tahu alasan yang jelas mengapa hubungan kalian tidak bisa berlanjut.

Tenang saja, kamu dan dia akan tetap baik-baik saja meski gak lagi bersama. Asalkan setiap keluh kesah sudah tersampaikan dengan sangat baik. Kamu dan dia sudah sepaham tentang keputusan untuk berpisah. Jika ingin menangis, jangan menahannya. Jika ingin marah lakukan lah. Selagi dia masih mendengarkanmu, bicarakan semua yang ingin kalian ungkapkan.

2. Tuntaskan segala yang belum terselesaikan

Kamu dan dia adalah orang dewasa yang tahu apa yang paling kalian rasakan. Kamu dan dia gak perlu lagi menggunakan kode hanya untuk membuat pasangan kalian mengerti keinginan kalian. Jika memang ada urusan yang belum tuntas, segeralah tuntaskan sebelum benar-benar berpisah. Entah tentang urusan perasaan, atau yang lainnya. Kamu dan dia harus sepakat berpisah tanpa beban yang mengganggu kalian untuk melangkah nantinya.

3. Segera meminta maaf

Jika kamu melakukan kesalahan, jangan ragu meminta maaf. Jika ia melakukan salah, jangan ragu memberi maaf. Kamu dan dia pun harus sama-sama mengucapkan terima kasih. Membuat kesepakatan, apakah masalah yang kalian anggap sudah sangat runyam ini masih ada atau sudah bisa dianggap tuntas. Kamu dan dia berhak untuk melangkah tanpa perasaan dan beban yang menyiksa hati.

Meski berpisah, bukan berarti kamu dan dia tidak boleh berhubungan kembali. Entah untuk urusan apa, suatu hari nanti kalian tentunya kemungkinan akan bertemu. Jangan ragu membuat keputusan seperti apa komunikasi kalian nantinya. Jika memang kamu membutuhkan waktu untuk sendiri tanpa diganggu olehnya dalam waktu yang belum bisa dipastikan, mintalah itu darinya. Namun saat kamu memang sudah siap untuk kembali berhubungan dengannya, dalam keadaan apa pun nantinya, jangan ragu menyapa atau membalas sapanya.

Terlebih saat kamu dan dia bermula dari pertemanan biasa, kemudian dipisahkan karena urusan perasaan. Jika suatu hari nanti kamu dan dia akan bertemu sebagai teman, maka biarkan perasaan itu mengalir.

4. Lakukan hal positif saat kamu mulai galau

Saat kamu baru putus cinta, galau adalah hal yang wajar untukmu. Kamu berhak untuk menangis, marah dan mungkin menyendiri dalam jangka waktu yang tidak bisa kamu pastikan. Tapi ini bukan berarti kamu menutup diri dan gak mau mengembangkan dirimu menjadi lebih baik lagi.

Kamu mungkin akan mengalami shock ketika kalian berpisah. Segala kebiasaan yang membuatmu nyaman sudah tak akan lagi kamu lakukan. Namun ini bukan alasanmu untuk menjadi lemah dan tidak melakukan apa pun.

Lakukan hal positif, sekedar untuk menghilangkan kesedihan atau mengalihkan perhatian atas sakit hatimu. Melakukan hobi yang lama kamu tunda, bekerja dengan rajin, dan berkumpul bersama orang yang kamu cintai, teman atau sahabatmu misalnya. Biarkan mereka memberikan aura positif dan membuatmu bahagia dengan segala yang sedang kamu alami.

5. Tak perlu terburu-buru, kamu dan dia tetap bisa menjadi teman

Ya, semua tentang waktu agar kamu dan dia bisa menjadi biasa saja. Bertemu tanpa rasa marah dan bercengkrama tanpa perasaan yang lebih dari sekedar teman. Tenang saja, tidak perlu terburu-buru mencari penggantinya. Meski di saat yang sama ia telah menemukan tambatan hati atau penggantimu. Jangan tergesah-gesah untuk mencari yang baru saat kamu belum siap membangun hubungan dengan orang baru.

Tak perlu merasa iri dan kalah darinya. Kamu bisa bahagia dengan caramu sendiri. Kamu bisa bahagia dengan waktu dan keadaan yang bisa kamu atasi. Jika belum cukup waktu untuk membuat perasaan kalian netral, jangan paksakan dirimu untuk bertemu dengannya. Meski banyak yang mengatakan kamu sulit move on, tak apa. Sebab yang paling tahu perasaanmu adalah kamu sendiri. (Red)