Beranda Bisnis Cara Mengatur Biaya Operasional Perawatan Mobil

Cara Mengatur Biaya Operasional Perawatan Mobil

5121
0
Ilustrasi - foto istimewa

SERANG – Memiliki mobil, seseorang tentu harus siap dengan segala biaya yang muncul. Karena tanpa kepemilikan dana yang cukup, arus kas bulanan Anda bisa makin terganggu dan alhasil aset lancar (tabungan, kas, dan setara kas) yang dimiliki terkuras tanpa diketahui.

Sebagai sebuah aset yang nilainya mengalami depresiasi, harga mobil tidaklah murah. Seperti yang pernah disinggung Lifepal sebelumnya, pemilik mobil wajib memiliki perencanaan keuangan yang baik ketika mereka memutuskan untuk membeli mobil pribadi.

Salah satu poin penting dalam perencanaan keuangan bagi pemilik mobil adalah adanya ketersediaan biaya operasional mobil beserta dana darurat. Kedua komponen ini memiliki fungsi yang berbeda. Lantas bagaimana cara mempersiapkan biaya operasional dan dana darurat bagi pemilik mobil? Berikut cara dan perhitungannya.





Sisihkan sedikit uang setiap bulan untuk tabungan dana darurat mobil

Pada intinya, dana darurat akan sangat dibutuhkan untuk melakukan pergantian suku cadang dan servis rutin ringan. Lantas berapakah jumlah dana darurat yang ideal untuk mobil Anda?

Mengukur besaran tabungan dana darurat tentu tidak sama dengan dana darurat pribadi Anda. Besaran dana darurat untuk mobil tentu tidak akan disesuaikan dengan pengeluaran, melainkan harga komponen mobil yang memiliki diganti rutin. Gunakan metode seperti di bawah ini:

Dalam kasus di atas, seseorang membutuhkan dana darurat khusus untuk pergantian suku cadang mobilnya sebesar Rp6,18 juta.

Apabila dalam suatu waktu ketersediaan dana tersebut berkurang sebesar Rp500 ribu karena si pemilik harus ganti oli, filter oli, dan membayar jasa mekanik, maka nominal dana harus dikembalikan dalam jumlah awal. Hal itu disebabkan karena proses pergantian oli dalam setahun tentu lebih dari satu kali.

Beberapa hal yang termasuk ke dalam biaya lain-lain bisa mencakup ongkos jasa mekanik baik mekanik bengkel, mekanik panggil ke rumah, atau keperluan lain yang bersifat tidak diekspektasi dan berkaitan dengan kecelakaan.

Sisihkan uang 1% atau maksimal 5% dari penghasilan bulanan ke rekening tersebut pengeluaran mobil untuk kebutuhan darurat.

Bedakan biaya operasional bulanan dan tahunan

Biaya operasional merupakan biaya-biaya seputar penggunaan dan kepemilikan mobil yang juga harus Anda persiapkan. Agar lebih mudah, pisahkan saja biaya operasional untuk bulanan dan juga tahunan dengan menggunakan bagan seperti di bawah ini:

Menurut data dalam sebulan seorang pemilik mobil bisa saja mengeluarkan dana mereka sebesar Rp800 ribu untuk pemakaian mobilnya. Semakin sering penggunaan mobil maka makin besar pula rata-rata pengeluaran operasional bulanan si pemilik mobil, begitupun sebaliknya.

Sementara itu pengeluaran tahunan mereka bisa mencapai Rp8,4 juta karena premi asuransi mobil yang dimiliki dibayarkan per tahun. Asuransi mobil sejatinya juga bisa dibayarkan secara bulanan, jika memang pemilik lebih memilih fitur pembayaran dengan kartu kredit, dan mengajukan metode cicilan.

Jika rata-rata pengeluaran bulanan pemilik mobil adalah Rp800 ribu, maka jika disetahunkan jumlahnya mencapai Rp9,6 juta. Total pengeluaran operasional pemilik mobil tersebut dalam setahun pun bisa mencapai Rp9,6 juta + Rp8,4 juta = Rp18 juta.

Bila perlu gunakan rekening terpisah

Buatlah rekening terpisah baru yang ditujukan khusus untuk biaya operasional serta tabungan dana darurat khusus mobil Anda. Tujuan dari adanya rekening baru adalah untuk agar pengeluaran untuk mobil Anda tidak tercampur dengan pengeluaran sehari-hari.

Atau Anda pun bisa menempatkan sebagian tabungan dana darurat untuk mobil di instrumen reksa dana pasar uang, mengingat keperluan akan pergantian suku cadang memiliki jangka waktu yang berbeda-beda.

Itulah hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk mengantisipasi adanya pengeluaran mendadak dan rutin yang disebabkan karena kepemilikan mobil. Pada intinya, kepemilikan mobil tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dan wajib pula bagi Anda untuk melindungi aset ini dengan asuransi mobil.

Tanpa asuransi mobil, maka risiko finansial yang harus Anda tanggung saat mobil Anda rusak karena kecelakaan, baret-baret, atau hilang, menjadi semakin besar.

(Red)