Beranda Kesehatan Capaian Vaksinasi Rendah, Pandeglang Kembali Terapkan PPKM Level 3

Capaian Vaksinasi Rendah, Pandeglang Kembali Terapkan PPKM Level 3

Ramadani, Asda I Pemkab Pandeglang. (IST)

PANDEGLANG – Setelah sempat turun ke level 2, kini Kabupaten Pandeglang kembali memberlakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3. Hal tersebut lantaran rendahnya capaian vaksinasi di Kabupaten Pandeglang.

Asisten Daerah 1 pada Sekretariat Daerah Pandeglang, Ramadani mengatakan, sebelum adanya indikator leveling PPKM yang baru, Kabupaten Pandeglang berada di PPKM level 2 tapi setelah adanya edaran Mendagri nomor 46 terakit penambahan indikator membuat Pandeglang naik ke PPKM level 3.

Ia membeberkan, indikator leveling PPKM sebelum ada edaran Mendagri itu hanya positif rate, angka kesembuhan, angka kematian, bed okupansi rade (BOR) saja. Setelah adanya edaran tersebut, indikator leveling ditambah dengan capaian vaksinasi dan Kabupaten Pandeglang capaiannya masih rendah.

“Kenapa Pandeglang naik level dari level 2 ke level 3 ternyata masalah yang paling penting itu vaksinasi kita masih dibawah rata-rata tingkat nasional. Padahal positif rate kita sudah dibawah 2 persen, angka kesembuhan kita sudah di atas 80 persen bahkan hampir 90 persen, bahkan PKPRI (tempat isolasi yang disediakan pemerintah) sudah satu bulan setengah ini kosong,” ungkapnya, Selasa (12/10/2021).

“Angka kematian sudah 2 minggu engga ada yang meninggal, ketersediaan isolasi untuk pasien Covid-19 di rumah sakit sudah di bawah 30 persen bahkan pasiennya tinggal satu atau dua orang tapi indikator yang baru ditetapkan Mendagri tentang capaian vaksinasi kita masih rendah,” sambungnya.

Ramadani menyampaikan, penetapan zonasi leveling ini sangat menentukan kegiatan masyarakat karena kalau target vaksinasi ini tidak mencapai angka yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat maka Kabupaten Pandeglang tetap akan berada di level 3 sampai Desember 2021.

“Kalau capaian vaksinasinya rendah daerah itu akan terkucil dengan sendirinya, sebab vaksinasi massal ini adalah strategi Pemerintahan Pusat dalam rangka penanganan Covid-19,” terangnya.

Ia mengakui kendala yang kemarin dihadapi adalah kurangnya personel untuk menginput data di puskesmas. Oleh sebab itu, untuk membantu input data di puskesmas akan dikirim petugas dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang khusus untuk menginput data.

“Nanti teman-teman dari OPD akan ikut membantu di puskesmas untuk meng-input data. Kemarin-kemarin kita melakukan vaksinasi banyak hingga ribuan tapi input datanya belum maksimal sehingga yang diakui oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini Satgas Penanganan Covid-19 Pusat belum terupdate,” tutupnya. (Med/Red)