Beranda Pemerintahan Capaian Target BPHTB Cilegon Memble, Ini Alasan Sekda

Capaian Target BPHTB Cilegon Memble, Ini Alasan Sekda

Sekda Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra. (Maulana/bantennews)

CILEGON — Target pendapatan daerah Kota Cilegon terancam meleset jauh. Hingga September 2026, realisasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) baru mencapai Rp20 miliar atau 9,94 persen dari target sekitar Rp206 miliar.

Kondisi itu mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menyiapkan koreksi target pendapatan dalam APBD Perubahan 2026.

Sekretaris Daerah (Sekda) Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra mengatakan, capaian BPHTB yang masih jauh dari target menjadi perhatian Pemkot Cilegon. Pemerintah kemungkinan menurunkan target setelah membahasnya bersama DPRD dan Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD).

“Sampai saat ini realisasi BPHTB masih di bawah 50 persen, sehingga ini jadi perhatian buat kami. Kemungkinan ada koreksi terhadap pendapatan. Besarannya berapa nanti tergantung hasil rapat antara Komisi I dengan BPKPAD,” kata Aziz usai menghadiri rapat kerja Komisi I DPRD Cilegon bersama sejumlah OPD di Aula DPRD Cilegon, Senin (14/9/2026).

Angka 9,94 persen menunjukkan target BPHTB yang Pemkot Cilegon pasang sejak awal tahun masih jauh dari kenyataan. Pemerintah bahkan belum mencapai sepersepuluh dari target Rp206 miliar.

Aziz beralasan pemerintah kesulitan memprediksi penerimaan BPHTB karena sektor tersebut bergantung pada transaksi jual beli tanah dan realisasi investasi.

“Penyebabnya karena sampai saat ini transaksi jual-beli tanah masih sedikit. Kita merencanakan adanya investasi mungkin akan terealisasi tahun ini, ternyata tidak bisa dan mundur,” ujarnya.

Menurut Aziz, pemerintah seharusnya tidak memasang target BPHTB terlalu optimistis karena penerimaannya sangat bergantung pada transaksi yang tidak selalu terjadi sesuai proyeksi.

“Sesungguhnya kalau kita menargetkan BPHTB jangan terlalu optimis, karena ini merupakan sesuatu yang tidak bisa diprediksi,” kilahnya.

Sejumlah investasi yang sebelumnya pemerintah harapkan ikut mengerek penerimaan BPHTB juga belum terealisasi. Salah satunya rencana investasi pembuatan aluminium di Lebak Gede.

Baca Juga :  Proyek Kantor Kecamatan Cinangka Bakal Dilanjutkan, DPUPR Banten: Akan Dilelang Bulan Ini

“Seingat saya itu ada beberapa yang meleset, seperti di Lebak Gede rencana investasi pembuatan aluminium, ternyata masih dalam tahap pengumpulan data. Kemudian dari Wankai juga. Sampai saat ini belum ada titik terang apakah tahun ini atau setelah lunas dengan KSI,” tutur Aziz.

Pemkot Cilegon kini harus menghitung ulang potensi penerimaan agar target APBD Perubahan 2026 lebih realistis dan tidak kembali jauh dari capaian.

Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd