Beranda Berita Premiun Capaian Pendapatan Sektor Pasar di Pandeglang Masih Rendah

Capaian Pendapatan Sektor Pasar di Pandeglang Masih Rendah

Sejumlah kendaraan melintas di Pasar Badak Pandeglang
Ratusan kios pedagang yang ada hanya beberapa saja yang masih tetap bertahan, sedangkan sebagiannya sudah mulai gulung tikar karena tidak kuat bersaing dengan pedagang toko online.

PANDEGLANG – Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pandeglang mencatat capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pasar tradisional masih jauh dari harapan. Dari target Rp3,5 miliar di tahun 2025, hingga Juli 2025 realisasinya baru mencapai Rp1,17 miliar atau baru mencapai 33,54 persen.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Pandeglang, Bunbun Buntaran mengungkap ada beberapa alasan kenapa realisasi PAD dari sektor pasar tradisional masih belum memenuhi target. Salah satu alasannya yakni berkurangnya omzet pedagang pasar tradisional.

Selain daya beli rendah, persaingan dengan toko online dan fasilitas pasar juga sangat memengaruhi pendapatan para pedagang di pasar. Alhasil, hal itu juga berdampak pada pemasukan retribusi dari para pedagang.

“Jadi capaian realisasi kita itu baru Rp1,1 miliar atau 33,54 persen. Meskipun kita tahu daya beli masyarakat sekarang sedang menurun. Sekarang banyak masyarakat lebih memilih belanja online. Tinggal klik dari rumah tidak perlu ke pasar. Ini sangat berdampak, terutama bagi pedagang sandang seperti pakaian,” kata Bunbun, Minggu (20/7/2025).

Bunbun membeberkan, dari ratusan kios pedagang yang ada hanya beberapa saja yang masih tetap bertahan, sedangkan sebagiannya sudah mulai gulung tikar karena tidak kuat bersaing dengan pedagang toko online.

Untuk tetap mempertahankan para pedagang, pihaknya sudah melakukan beberapa upaya salah satunya mengurangi tarif retribusi harian yang awalnya Rp3.500 menjadi Rp2.000 perhari. Hal ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban para pedagang.

“Dari ratusan toko yang ada, hanya sebagian yang buka. Dan pembelinya pun cuma satu dua. Mereka mengeluh karena omzetnya turun drastis. Kita maklum, banyak pedagang juga terdampak secara ekonomi. Untuk bayar retribusi saja sulit karena pembeli sepi,” terangnya.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Pemprov Antisipasi Lonjakan Inflasi

Di sisi lain, kondisi sarana dan prasarana pasar tradisional di Pandeglang juga menjadi perhatian. Banyak bangunan pasar yang sudah tua dan belum tersentuh perbaikan karena keterbatasan anggaran.

“Kondisi fiskal kita memang belum ideal. Sebagian besar pasar adalah bangunan lama yang sudah semestinya direvitalisasi,” tutupnya.

Penulis : Memed
Editor : Usman Temposo