Beranda Kesehatan Capaian Imunisasi 2025 Turun, Kecamatan Cilegon dan Grogol Paling Bawah

Capaian Imunisasi 2025 Turun, Kecamatan Cilegon dan Grogol Paling Bawah

Pelaksanaan Evaluasi dan Koordinasi Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tingkat Kota Cilegon 2026 di Aula Setda Kota Cilegon, Senin (27/7/2026). (Foto: Maulana/BantenNews.co.id)

CILEGON — Capaian imunisasi anak di Kota Cilegon mengalami penurunan pada 2025. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, cakupan imunisasi hanya mencapai 86,8 persen, turun dibandingkan 2024 yang mencapai 99,44 persen.

Hal tersebut terungkap dalam kegiatan Evaluasi dan Koordinasi Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tingkat Kota Cilegon 2026 yang digelar di Aula Setda Kota Cilegon, Senin (27/7/2026).

Kepala Dinkes Kota Cilegon, Ratih Purnamasari, mengatakan penurunan capaian imunisasi mencapai sekitar 12,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun 2024 kita melebihi target. Ternyata pada 2025 capaian turun menjadi 86,8 persen dari sebelumnya 99,44 persen. Ada kesenjangan sekitar 12,4 persen,” kata Ratih.

Menurut Ratih, penurunan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, di antaranya kekhawatiran masyarakat akibat informasi yang menyesatkan atau hoaks mengenai imunisasi, serta pengalaman sebagian kecil anak yang mengalami keluhan setelah menerima vaksin.

“Ada yang karena setelah imunisasi anaknya sakit, sehingga orang tua menjadi khawatir. Padahal yang mengalami itu hanya satu atau dua orang saja. Ada juga yang terpengaruh berita hoaks tentang imunisasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Dinkes juga memaparkan capaian imunisasi di masing-masing kecamatan. Dari delapan kecamatan di Kota Cilegon, Kecamatan Cilegon dan Kecamatan Grogol menjadi wilayah dengan capaian terendah.

“Kecamatan Cilegon baru mencapai 72 persen dan Grogol 71 persen. Keduanya masih berada di bawah target minimal 85 persen,” jelas Ratih.

Untuk meningkatkan kembali cakupan imunisasi, Dinkes Cilegon berkomitmen memperkuat sosialisasi kepada masyarakat secara bertahap, sekaligus mengedukasi pentingnya imunisasi bagi kesehatan anak.

“Target kami pada Agustus sebanyak 16.771 anak untuk imunisasi MR dan HPV. Anak-anak harus mendapatkan imunisasi karena itu merupakan hak dasar mereka agar terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi,” tutup Ratih.

Baca Juga :  Fraksi Gerindra Minta Wali Kota Utamakan Meritokrasi dan Rekam Jejak dalam Memilih Sekda Cilegon

Penulis: Maulana
Editor: Usman Temposo