
SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bersama tim peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) memperkuat komitmen untuk meningkatkan cakupan imunisasi yang hingga kini masih berada di bawah target nasional sebesar 80 persen. Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama sebagai upaya mempercepat capaian imunisasi sekaligus menekan angka penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi (PD3I).
Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang, Yudi Suryadi, mengatakan hasil penelitian dan rekomendasi yang disusun FKUI akan segera dibahas bersama Pemkot Serang dan dilaporkan kepada Wali Kota Serang untuk ditindaklanjuti menjadi kebijakan.
“Ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong Kota Serang mencapai target imunisasi yang telah ditetapkan secara nasional. Insyaallah seluruh rekomendasi ini akan kami laporkan kepada Pak Wali Kota agar dapat segera diterapkan,” ujar Yudi usai penandatanganan komitmen, Selasa (7/7/2026).
Menurut Yudi, berbagai rekomendasi yang dihasilkan selama proses pembahasan dinilai realistis untuk diterapkan. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.
“Kalau saya lihat, rekomendasi hasil pembahasan selama satu setengah hari ini bisa dilaksanakan di Kota Serang. Tinggal bagaimana komitmen kita bersama seluruh stakeholder untuk menjalankannya,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Serang akan menggelar pertemuan lintas sektor yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Serang dengan melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, kader kesehatan, hingga berbagai elemen lainnya guna memperkuat percepatan program imunisasi.
Selain mengejar target cakupan imunisasi, Yudi menegaskan bahwa program tersebut juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting. Karena itu, edukasi kepada keluarga, khususnya para ayah, akan diperkuat.
Pemkot Serang bahkan berencana menggulirkan gerakan Ayah Mengantar Anak Imunisasi untuk meningkatkan keterlibatan kepala keluarga dalam memastikan anak memperoleh imunisasi lengkap.
“Selama ini sering kali ibu sudah siap membawa anak ke posyandu, tetapi masih menunggu persetujuan ayah. Karena itu kami ingin mendorong peran ayah agar lebih aktif mengantar anak untuk imunisasi,” katanya.
Sementara itu, peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ahmad Fuady, menjelaskan bahwa penandatanganan komitmen bersama dilakukan sebagai bentuk pengingat bahwa seluruh pihak telah menyepakati langkah bersama dalam meningkatkan cakupan imunisasi di Kota Serang.
“Komitmen ini menjadi bukti tertulis bahwa semua pihak telah sepakat bekerja sama meningkatkan cakupan imunisasi. Harapannya, komitmen ini menjadi pengingat agar program yang sudah disepakati benar-benar dijalankan,” jelasnya.
Fuady mengungkapkan, Kota Serang dipilih sebagai salah satu lokasi penelitian bersama daerah di Aceh dan Maluku karena dinilai mewakili wilayah Indonesia bagian barat, tengah, dan timur.
Menurutnya, meski berada di kawasan penyangga ibu kota, capaian imunisasi di Kota Serang masih belum memenuhi target nasional sehingga menjadi perhatian tim peneliti.
“Kami memilih Aceh, Banten, dan Maluku sebagai representasi tiga kawasan Indonesia. Kota Serang dipilih karena lokasinya dekat dengan ibu kota, tetapi cakupan imunisasinya masih belum sesuai target. Kondisi inilah yang ingin kami pelajari sekaligus dorong perbaikannya,” ujarnya.
Ia berharap komitmen yang telah ditandatangani tidak berhenti sebagai seremonial semata, melainkan menjadi dasar pelaksanaan berbagai program percepatan imunisasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan di Kota Serang.
Penulis: Ade Faturohman
Editor: Usman Temposo