
TANGSEL — Cahaya obor berkelap-kelip menerangi jalan-jalan permukiman di Kecamatan Ciputat dan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Senin (15/6/2026) malam. Di tengah suasana yang masih menyisakan gerimis usai hujan sore, ratusan warga tetap antusias mengikuti pawai obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa berjalan beriringan menyusuri lingkungan tempat tinggal mereka. Obor bambu yang menyala di tangan para peserta menciptakan pemandangan hangat dan penuh kebersamaan. Sesekali lantunan salawat dan lagu-lagu Islami terdengar mengiringi langkah mereka, menggema di sepanjang jalan kampung.
Di kawasan Komplek Pertamina, Kelurahan Pondok Ranji, pawai obor berlangsung meriah. Warga memadati ruas jalan lingkungan untuk menyaksikan iring-iringan peserta yang memulai perjalanan dari sekitar masjid setempat. Tak sedikit warga yang mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam mereka.
Tradisi serupa juga terlihat di lingkungan Masjid Jami At-Taqwa. Meski hujan sempat membuat jadwal pelaksanaan mundur, semangat warga tak surut. Mereka tetap berkumpul dan menunggu hingga cuaca memungkinkan untuk memulai pawai.
Bagi sebagian warga, pawai obor bukan hanya seremoni tahunan. Tradisi ini menjadi sarana mempererat hubungan sosial sekaligus mengenalkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda.
Nurida (39), warga Kelurahan Cempaka Putih, mengatakan kegiatan tersebut selalu dinantikan anak-anak setiap tahun. Menurutnya, pawai obor menghadirkan suasana yang menyenangkan sekaligus sarat makna.
“Ini rutin dilakukan setiap tahun. Anak-anak senang karena selain hiburan juga ada nilai edukasinya, mengenalkan budaya dan tradisi Islam,” ujarnya.
Di tengah perkembangan teknologi dan beragam hiburan modern, tradisi sederhana seperti pawai obor masih mampu menghadirkan kegembiraan tersendiri. Anak-anak terlihat berlari kecil sambil menjaga api obor tetap menyala, sementara para orang tua berjalan mendampingi mereka.
Azmi (35), warga Pondok Ranji, menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat silaturahmi antarwarga. Menurutnya, kebersamaan yang tercipta selama pawai merupakan nilai yang tidak tergantikan.
“Antusiasmenya tinggi, terutama anak-anak. Mereka bisa kumpul bersama, membawa obor, salawatan, sekaligus menjalin silaturahmi,” katanya.
Lebih dari sekadar tradisi, pawai obor juga menjadi pengingat akan makna pergantian tahun dalam kalender Hijriah. Bagi para orang tua, momen ini menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada anak-anak sejak dini.
Azmi berharap Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dapat membawa perubahan positif bagi generasi muda.
“Semoga di tahun baru Hijriah ini anak-anak menjadi generasi yang lebih baik, taat beragama, menghormati orang tua, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat,” tuturnya.
Di bawah cahaya obor yang terus menyala hingga malam semakin larut, tersimpan harapan-harapan baru. Harapan akan kehidupan yang lebih baik, masyarakat yang semakin rukun, dan generasi muda yang tumbuh dengan nilai-nilai agama yang kuat. Seperti api obor yang menerangi jalan, semangat kebersamaan itu terus dijaga oleh warga Ciputat dari tahun ke tahun.
Penulis: Ahmad Rizki
Editor: Usman Temposo