Beranda Olahraga Cabor Bulutangkis Langsung Siapkan Kekuatan Baru

Cabor Bulutangkis Langsung Siapkan Kekuatan Baru

Serena Kani/Tryola Nadia, atlet bulutangkis Banten saat melawan tim dari DKI Jakaeta. (Dok KONI Banten)

PAPUA – Cabor bulutangkis hanya bisa menjaga tradisi medali perunggu pada gelaran PON XX Papua. Medali perunggu diraih pasangan ganda putri Serena Kani/Tryola Nadia usai gagal menembus final.

PON XX Papua.

Capaian ini bisa dikatakan jauh dari ekspektasi Pengprov PBSI Banten dan jajaran pelatih bulutangkis Banten Mahpudin Joy dan Wahyu Widianto yang menargetkan dua medali emas. Target dua medali tersebut berantakan seiring absennya tunggal putri andalan Banten Putri Kusuma Wardana (KW) yang membela tim Piala Sudirman dan Piala Uber bersamaan dengan pelaksanaan PON Papua.

“Ya, kami jelas kehilangan Putri yang bisa diandalkan untuk meraih target dua medali emas. Kalau Putri bisa main, kami yakin bisa mendulang dua medali emas meski pemain Pelatnas lain seperti Jorji (sapaan Georgina Mariska Tunjung-red) juga main,” ucap Mahpudin Joy Pelatih Bulutangkis Banten.

Meski demikian Mahpudin Joy tidak mau berlama-lama menyesali hasil yang dialami tim bulutangkis Banten. Ia dan Wahyu memilih untuk melakukan evaluasi atas hasil yang didapat di Papua.

Salah satu hasil evaluasi adalah soal kedalaman skuat tim Banten di PON kali ini terbilang timpang. Kekuatan atlet Banten baik di sektor putra maupun putri berbeda peringkat nasionalnya, ada yang di peringkat atas tapi juga ada yang di peringkat bawah.

Ditambah lagi, dengan absennya Putri KW, Banten kalah dalam jumlah atlet. Ini membuat atlet-atlet Banten tidak mendapat dukungan yang sepadan saat bertanding. “Provinsi lain selain tunggal utama dipastikan ada atlet yang mendampinginya untuk memuluskan jalan meraih kemenangan,” ungkap Mahpudin Joy.

Selain itu evaluasinya adalah Banten akan menyiapkan kekuatan baru untuk menghadapi PON XXI di Nangroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara 2024. Pasalnya, tiga tahun lagi kekuatan Banten saat ini dipastikan tak bisa berlaga.

Putri KW dkk sudah melewati batas umur yang ditetapkan PP PBSI untuk PON yakni untuk atlet berusia 20 tahun pada tahun 2024. Beruntung ungkap Mahpudin Banten saat ini memiliki 3 pemain yang tengah menjalani Pelatnas Pratama. Ketiganya adalah Rahmat Hidayat, Febi Setianingrum dan Kelly Larisa.

“Jadi kita punya kekuatan yang cukup baik, tinggal kami mencari pendamping ketiga atlet Pelatnas ini. Mudah-mudahan ke depan kita bisa menambah atlet yang masuk pelatnas,” tutup Mahpudin Joy. (Red/PON)