CILEGON – Puluhan buruh outsourcing yang tergabung dalam Serikat Buruh Krakatau Steel (SBKS) mendatangi kantor Walikota Cilegon, Senin (15/12/2025). Mereka hendak meminta perlindungan dari ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Pantauan di lokasi, puluhan buruh outsourcing itu merupakan pekerja dari PT Kratakatau Pipe Industries (KPI) yang masih bagian dari KS Group. Berseragam kemeja biru putih, mereka duduk di pelataran menunggu kedatangan Walikota Cilegon.
“Intinya mereka minta perlindungan hukum terhadap kelangsungan kerja. Mereka adalah pekerja outsourcing, nah ini ada kerawanan di posisi per bulan ini karena mereka habis kontrak. Ada kekhawatiran tidak ada perpanjangan,” kata Ketua SBKS, Sanudin.
Menurut Sanudin, kekhawatiran mereka itu muncul akibat adanya informasi bahwa KS Group hendak memberhentikan ribuan pekerja outsourcing.
“Seperti yang beredar di kalangan buruh itu bahwa PT KS itu akan merasionalisasi 2.434 tenaga kerja outsourcing di KS Group. Mereka semua terancam,” ucapnya.
Oleh sebab itu, para buruh berharap kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon untuk tak mengabaikan nasib mereka dan memberi solusi terhadap permasalahan tersebut.
“Mudah-mudahan bisa menjembatani dengan pertimbangan kalau terjadi pengangguran kan sulit pemerintah daerah untuk menekan kemiskinan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pertemuan antara buruh dengan Pemkot Cilegon masih berlangsung. Situasi di kantor Walikota Cilegon pun terpantau kondusif.
Penulis: Maulana
Editor : TB Ahmad Fauzi
