
TANGERANG – Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Perawat Tingkat Provinsi Banten bukan sekadar kompetisi olahraga dan hiburan bagi tenaga kesehatan. Ajang yang mempertemukan perawat dari delapan kabupaten/kota di Banten itu juga menjadi ruang memperkuat solidaritas profesi sekaligus mengingatkan kembali peran krusial perawat dalam penyelamatan pasien.
Hal itu disampaikan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat membuka Porseni Perawat yang digelar Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Banten di Citra Raya Sport Club, Kabupaten Tangerang, Sabtu (20/6/2026).
Dalam sambutannya, Maesyal menyoroti dedikasi perawat yang selama ini berada di garis depan pelayanan kesehatan. Menurutnya, keberhasilan pelayanan medis tidak hanya bergantung pada dokter, tetapi juga pada perawat yang mendampingi pasien sejak awal hingga proses pemulihan.
“Tanpa bantuan perawat, pelayanan pasien di rumah sakit tidak akan berjalan optimal. Perawat memiliki peran besar dalam memastikan pasien mendapatkan layanan kesehatan yang cepat dan tepat,” ujar Maesyal.
Ia juga mengungkapkan pengalaman pribadi yang membuatnya semakin menghargai profesi perawat. Salah satu momen yang paling berkesan baginya adalah ketika melihat petugas perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang langsung bergerak menolong pasien tanpa terlebih dahulu mempersoalkan administrasi.
Menurutnya, tindakan cepat tersebut menunjukkan bahwa keselamatan pasien selalu menjadi prioritas utama.
“Saya pernah melihat langsung bagaimana perawat di IGD berlari mengejar pasien yang baru tiba dari ambulans tanpa bertanya soal administrasi. Fokus mereka menyelamatkan nyawa terlebih dahulu. Itu dedikasi yang luar biasa,” katanya.
Karena itu, Maesyal mengusulkan agar ke depan Porseni tidak hanya mempertandingkan cabang olahraga dan seni, tetapi juga kompetisi simulasi penanganan pasien atau quick response untuk menguji kemampuan respons cepat para perawat.
Selain menekankan profesionalisme, Maesyal juga mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas selama kompetisi berlangsung. Ia meminta seluruh peserta menjadikan ajang tersebut sebagai sarana mempererat hubungan antarperawat se-Banten.
“Jaga silaturahmi dan tunjukkan bahwa perawat Banten adalah profesi yang menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Maesyal menilai perawat memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari penguatan layanan kesehatan masyarakat, pemeriksaan kesehatan berkala, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPD PPNI Kabupaten Tangerang Murhabibi mengatakan Porseni tahun ini diikuti kontingen dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten. Berbagai cabang olahraga dan seni dipertandingkan untuk memupuk kebersamaan sekaligus mengembangkan potensi para perawat di luar tugas profesinya.
“Peserta berasal dari seluruh kabupaten/kota di Banten. Cabang yang dilombakan antara lain futsal, bulu tangkis, tenis meja, catur, stand up comedy, paduan suara hingga lomba Bantuan Hidup Dasar (BHD),” jelasnya.
Menurut Murhabibi, tujuan utama kegiatan tersebut bukan semata-mata mencari juara, melainkan memperkuat rasa persaudaraan di antara para perawat yang memiliki latar belakang pendidikan, profesi, dan semangat pengabdian yang sama.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mempererat persaudaraan perawat Indonesia, khususnya di Banten. Kami berasal dari profesi yang sama dan memiliki tujuan yang sama, yaitu mengabdi untuk masyarakat,” pungkasnya.
Tim Redaksi