Beranda Pemerintahan Bupati Serang Resmikan Sistem Antibanjir Rp1,7 Miliar di Bumi Nagara Lestari

Bupati Serang Resmikan Sistem Antibanjir Rp1,7 Miliar di Bumi Nagara Lestari

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah bersama President Director of SHOEI Group Japan, Masahiro Morito menandatangani prasasti sistem pengendali banjir di Perumahan Bumi Nagara Lestari. (Istimewa)

KAB. SERANG – Pengembang Perumahan Bumi Nagara Lestari di Desa Nagara, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, menggelontorkan Rp1,7 miliar untuk membangun sistem pengendalian banjir. Langkah itu menjawab persoalan banjir yang selama ini mengganggu warga perumahan.

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, meresmikan sistem tersebut bersama Anggota DPRD Banten Fraksi Gerindra Dedi Haryadi, jajaran direksi SHOEI Japan Group, Direksi PT Indo Graha Lestari, serta sejumlah pejabat Pemkab Serang pada Selasa (1/9/2026).

Zakiyah mengatakan, Bumi Nagara Lestari sebelumnya kerap mengalami banjir. Ia berharap sistem baru itu mampu mengatasi persoalan tersebut.

“Di perumahan ini memang sebelumnya selalu langganan banjir. Insya Allah dengan hadirnya sistem ini akan menyelesaikan masalah tersebut,” kata Ratu.

Zakiyah juga mengapresiasi pengembang dan warga yang melakukan normalisasi sungai secara swadaya. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) agar normalisasi sungai berlanjut hingga tuntas.

Menurut Ratu, langkah pengembang Bumi Nagara Lestari layak menjadi contoh bagi pengembang lain dalam menangani persoalan lingkungan di kawasan perumahan.

“Ini contoh pengembang yang bertanggung jawab. Saya rasa dapat menjadi pilot project untuk pengembang lainnya agar melakukan hal yang sama,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Indo Graha Lestari, Ali Suharli mengatakan, pihaknya mengerjakan sistem pengendalian banjir selama tiga bulan dengan anggaran Rp1,7 miliar.

Pengembang menggandeng konsultan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk memastikan sistem tersebut sesuai kajian teknis.

“Dari ITB merekomendasikan dua pompa air. Kita sediakan tiga supaya jika ada yang mati bisa bergantian,” ujar Ali.

Tiga pompa tersebut memiliki kemampuan mengurangi ketinggian air hingga 60 sentimeter dalam satu jam.

“Jadi akan cepat surut. Pompa air ini sudah sangat cukup, bahkan kita siapkan lebih dari hasil rekomendasi kajian teknis,” katanya.

Baca Juga :  Dewan Desak Bupati Serang Lantik Pejabat Hasil Open Biding

President Director SHOEI Group Japan, Masahiro Morito mengatakan, perusahaan tidak ingin sekadar membangun dan menjual rumah. SHOEI ingin menghadirkan kawasan hunian yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Kami ingin memanfaatkan pengalaman yang telah kami kembangkan di Jepang untuk menyediakan lingkungan hunian yang aman dan nyaman bagi masyarakat Indonesia. Hal ini merupakan salah satu misi penting bagi kami,” kata Masahiro.

Ia menilai, persoalan banjir di Bumi Nagara Lestari membutuhkan penanganan serius. Karena itu, SHOEI bersama PT Indo Graha Lestari membangun sistem pengendalian banjir secara menyeluruh.

Pengembang memasang tiga pompa berkapasitas masing-masing 60 meter kubik per jam. Pengembang juga meningkatkan kapasitas daya listrik PLN agar pompa dapat bekerja stabil.

Untuk mengantisipasi pemadaman listrik, pengembang menyediakan genset berkapasitas 125 kVA.

Selain itu, pengembang menormalisasi Sungai Cikambuy, memperbaiki dan memperkuat tanggul, membenahi pintu air, memperbaiki drainase perumahan, serta menambah saluran U-Ditch.

“Dengan menggabungkan seluruh langkah tersebut, kami berharap dapat mengurangi risiko banjir di Bumi Nagara Lestari dan menciptakan lingkungan hunian yang lebih aman,” ujarnya.

SHOEI berkomitmen merawat seluruh fasilitas pengendalian banjir tersebut dan melakukan perbaikan jika diperlukan.

Perusahaan juga menyatakan ingin ikut berkontribusi dalam Program 3 Juta Rumah yang pemerintah dorong di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Wahyudin