
KAB. SERANG — Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, meminta warga meningkatkan kewaspadaan menghadapi erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak untuk menghindari paparan abu vulkanik.
Zakiyah mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang terus memantau aktivitas GAK dan perkembangan situasi di wilayah terdampak.
“Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, tetap tenang, serta mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak guna menghindari bahaya abu vulkanik yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA),” kata Zakiyah saat ditemui di Pos Pemantau Gunung Api Anak Krakatau, Pasauran, Cinangka, Kabupaten Serang, Minggu (6/9/2026).
Ia juga meminta warga yang harus keluar rumah menggunakan masker dan kacamata untuk mengurangi paparan abu vulkanik.
Pemkab Serang juga sudah menerima bantuan masker dari Pemprov Banten melalui Dinas Kesehatan. Pemerintah akan menyalurkan masker tersebut ke kecamatan dan kepala desa untuk memenuhi kebutuhan warga.
Sebelumnya diberitakan, Gubernur Banten, Andra Soni menegaskan, masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap harus meningkatkan kewaspadaan karena aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.
“Yang paling utama saat ini adalah kita waspada dan kita terus pantau,” ujar Andra.
Menurut Andra, GAK kembali menunjukkan aktivitas erupsi sejak 2 Juli 2026 dan pemerintah menetapkan status Siaga untuk mengantisipasi perkembangan aktivitas gunung api tersebut.
Erupsi pada 4 September 2026 bahkan berlangsung sekitar 25 jam. Aktivitas itu juga memunculkan dentuman dan getaran yang sempat memicu kepanikan warga di sejumlah wilayah.
Andra meminta masyarakat mengikuti arahan Badan Geologi dan mengurangi aktivitas luar ruangan selama abu vulkanik masih menyebar.
“Dimohonkan untuk menggunakan masker karena saat ini terjadi abu vulkanik yang membahayakan kesehatan,” tegasnya.
Selain warga, Andra meminta nelayan dan wisatawan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama pemerintah kabupaten/kota terus memantau aktivitas gunung api tersebut dan memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi dampaknya terhadap masyarakat.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Wahyudin