Beranda Pemerintahan Bupati Serang Akui Kawasan Wisata Anyer Tak Ada Alat Pendeteksi Dini Tsunami

Bupati Serang Akui Kawasan Wisata Anyer Tak Ada Alat Pendeteksi Dini Tsunami

Suasana Konferensi Pers Pemkab Serang terkait bencana tsunami Selat Sunda - Fotografer Usman Temposo/BantenNews.co.id

SERANG – Kawasan wisata Anyer ternyata belum memiliki alat pendeteksi dini peringatan tsunami. Padahal wilayah kawasan wisata tersebut merupakan wilayah rawan bencana, terutama tsunami.

Hal itu juga ditegaskan Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah. “Belum, belum ada (alat pendeteksi dini tsunami-red),” ujar Bupati saat konfrensi pers terkait bencana tsunami Selat Sunda yang menerjang kawasan wisata Anyer dan Cinangka di RSUD Drajat Prawiranegara, Minggu (23/12/2018) malam.

Dia menyatakan kedepan pihaknya akan melengkapi semua peralatan kebencanaan di kawasan wisata Anyer. Itu dilakukan guna mengantisipasi bencana serupa. Namun demikian terkait alat pendeteksi dini tsunami, Tatu berkilah bukan kewenangan Pemkab Serang dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, melainkan alat tersebut kewenangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).





“Semua kebutuhan terkait dengan kebencanaan ini terutama tsunami harus kita inventarisir. Soal alat pendeteksi dini tsunami bukan kewenangan BPBD, itu kewenangan BMKG,” katanya.

Tatu mengungkapkan bahwa untuk korban bencana alam tsunami di Selat Sunda yang juga menerjang wilayah Kabupaten Serang terdapat sebanyak 11 orang meninggal dunia, 22 orang luka-luka dan 27 belum ditemukan.

“11 orang meninggal ini data dari Puskesmas Cinangka,” terang Tatu.

Sedangkan korban tsunami yang terdapat di Rumah Sakit Drajat Prawiranegara, kata dia, terdapat 82 korban. Dari jumlah tersebut terdapat 14 jenazah korban tsunami.

“Dari 82 orang yang dirujuk ini 19 orang korban dari Kabupaten Serang dan sebanyak 63 orang korban rujukan dari Pandeglang,” katannya. (Man/Red)