PANDEGLANG – Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serius menggenjot penginputan Indeks Inovasi Daerah (IGA) 2026.
Dewi menegaskan, inovasi bukan sekadar mengejar nilai, tetapi menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing daerah sekaligus menarik dukungan program dari pemerintah pusat.
Penegasan itu disampaikan Dewi saat memimpin Rapat Evaluasi Penginputan Indeks Inovasi Daerah (IGA) 2026 bertema “Inovasi Daerah untuk Pandeglang Maju, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan,” Senin (27/7/2026).
Dalam rapat tersebut, Dewi didampingi Sekretaris Daerah Pandeglang Asep Rahmat, Asisten Administrasi Umum Setda Tb. Nandar Suptandar, Kepala Bappeda Hasan Bisri, serta seluruh kepala perangkat daerah.
Dewi mengapresiasi jajaran OPD yang terus melahirkan berbagai inovasi. Namun, ia mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak berhenti pada gagasan semata.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Sekda, Kepala Bappeda, dan seluruh kepala OPD. Kehadiran Bapak dan Ibu menunjukkan komitmen untuk bersama-sama membangun Kabupaten Pandeglang,” ujar Dewi.
Menurutnya, pemerintah pusat lebih mudah memberikan perhatian kepada daerah yang mampu menunjukkan inovasi dan kinerja nyata.
“Inovasi akan membuka peluang bagi Kabupaten Pandeglang untuk mendapatkan berbagai dukungan dari pemerintah pusat. Daerah yang terus bergerak dan berinovasi tentu memiliki daya saing lebih baik,” katanya.
Dewi meminta seluruh OPD mempertahankan bahkan meningkatkan capaian IGA yang telah diraih sebelumnya. Ia menegaskan, target tersebut hanya bisa dicapai melalui kerja sama seluruh perangkat daerah.
“Kita harus menjaga bahkan meningkatkan prestasi ini. Seluruh OPD harus berkolaborasi agar target tersebut tercapai,” tegasnya.
Dewi juga mengingatkan setiap kepala OPD agar memastikan seluruh data IGA terisi lengkap beserta dokumen pendukung. Menurutnya, kualitas bukti inovasi menjadi penilaian utama, bukan hanya banyaknya program yang diusulkan.
“Semua orang bisa membuat inovasi. Yang terpenting, inovasi itu memiliki bukti yang lengkap dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Saya minta kepala OPD hingga sekretaris dinas mengawal proses penginputan sampai selesai,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Pandeglang Hasan Bisri menjelaskan inovasi daerah berperan penting dalam mempercepat pelayanan publik, mendorong investasi, menekan kemiskinan ekstrem dan stunting, serta mendukung target RPJMD.
Hasan mengatakan Bappeda akan menjadikan inovasi sebagai salah satu indikator penilaian kinerja kepala perangkat daerah. Selain itu, pihaknya menyiapkan evaluasi berkala, membentuk tim pembina inovasi daerah, serta mengembangkan dashboard digital untuk memantau perkembangan inovasi.
“Kami sedang mengoptimalkan aplikasi ASEPAN. Dalam dua bulan ke depan, seluruh perkembangan inovasi OPD bisa dipantau secara real time melalui dashboard yang dapat diakses langsung oleh Ibu Bupati,” ujarnya.
Hasan menilai budaya inovasi mulai tumbuh di hampir seluruh OPD. Ia optimistis komitmen kepala daerah dan perangkat daerah mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat daya saing Kabupaten Pandeglang.(***)
