Beranda Pemerintahan Bupati Pandeglang Akui Infrastruktur Masih Jadi PR

Bupati Pandeglang Akui Infrastruktur Masih Jadi PR

Bupati Pandeglang Irna Narulita - foto istimewa

 

PANDEGLANG – Menanggapi hasil reses kedua yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pandeglang yang didominasi infrastruktur, Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengakui bahwa infrastruktur dasar di Kabupaten Pandeglang masih belum terselesaikan.

“Pandeglang itu luas. Kan sudah saya sampaikan bahwa infrastruktur dasar di Pandeglang belum selesai nanti anggaran makin mengecil nih, kenapa mudik di larang karena itu supaya pandemi segera berakhir dan anggaran tersebut bisa full lagi ke infrastruktur,” kata Irna, Sabtu (1/5/2021).

Berdasarkan hasil reses dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat Pandeglang masih menginginkan adanya perbaikan di bidang infrastruktur terutama jalan dan jembatan. Oleh sebab itu, Irna mengaku harus memutar otak lebih keras agar semua wilayah mampu merasakan pembangunan.

“Ada 6 Dapil (Daerah Pemilihan) yang penting dari 6 Dapil itu ada yang tertuang, nanti kami ambil bagian untuk pemetaan mana yang dari Bankeu, mana yang dari insentif daerah. Engga boleh pesimis saya harus optimis,” jelasnya.

Selian itu, untuk menutupi kekurangan anggaran dirinya juga mengaku akan mencari bantuan dari perusahaan baik perusahaan swasta maupun perusahaan milik negara agar mau menyumbang untuk pembangunan di Pandeglang.

“Nanti juga saya cari donor atau CSR dari BUMN yang biasanya spesialisnya untuk bangun jembatan, itu mungkin untuk yang tidak tercover dari APBD. Karena tidak mungkin disulap semua berat,” ungkapnya.

Selain PR jalan yang belum terselesaikan, PR lain yang harus Irna bereskan di kepemimpinannya yang kedua ini adalah pengentasan rumah tidak layak huni. Sebab, selama kepemimpinannya yang kemarin Pemkab baru mampu membangun 11.000 unit rumah dari total 60.000 rumah tidak layak huni.

“Terus saya harus prioritas mau tidak mau saya harus membangun jalan kabupaten, nanti engga terkejar lagi selama 3 tahun. Kan saya sampaikan untuk 3 tahun atau 3,5 tahun (periode kedua) ini untuk jalan kabupaten ini prioritas. Ada 60.000 rumah tidak layak huni, selama 4,5 tahun saya baru membangun sebanyak 11.000 rumah,” tutupnya. (Med/Red)