
LEBAK — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menyalurkan 34 unit truk operasional ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Bantuan ini digadang-gadang untuk mempercepat distribusi hasil desa, namun efektivitas dan pengawasannya langsung menjadi perhatian.
Penyerahan dilakukan Bupati Lebak Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya di Alun-alun Rangkasbitung, Senin (6/4/2026).
Hasbi menyebut, kendaraan operasional menjadi kebutuhan mendasar bagi koperasi desa, terutama untuk mengangkut hasil pertanian dan logistik warga. Tanpa dukungan alat angkut, aktivitas ekonomi desa kerap tersendat di distribusi.
“Truk ini harus benar-benar dipakai untuk kebutuhan koperasi, bukan sekadar aset yang menganggur,” kata Hasbi.
Ia juga menyinggung program Koperasi Desa Merah Putih sebagai bagian dari agenda nasional penguatan ekonomi desa. Namun, ia menegaskan pendampingan dan pengelolaan menjadi kunci agar bantuan tidak berhenti sebagai seremoni.
“Harus ada pendampingan. Kalau tidak, potensi besar ini bisa tidak optimal,” ujarnya.
Di sisi lain, progres pembangunan KDMP di Lebak masih jauh dari target. Dandim 0603/Lebak Letkol Inf I Gede Mahendra Subrata menyebut, dari target 344 titik, baru 28 koperasi yang rampung 100 persen.
“Progres keseluruhan baru di kisaran 69 persen. Yang terdaftar sekitar 79 persen,” ungkapnya.
Ia menargetkan percepatan pembangunan hingga ratusan titik pada Juni mendatang, dengan durasi pengerjaan maksimal 92 hari per lokasi. Target bulanan pun terus digenjot.
“Kalau lewat 92 hari, berarti ada masalah. Ini yang terus kami kawal di lapangan,” katanya.
Ketua APDESI Lebak, Ajat Sudrajat menilai, bantuan truk bisa memangkas biaya angkut dan mempercepat distribusi hasil tani. Namun, ia mengingatkan, keberhasilan program tetap bergantung pada manajemen koperasi di desa.
“Fasilitas sudah ada, sekarang tinggal bagaimana pengelolaannya. Kalau tidak rapi, manfaatnya tidak akan maksimal,” ujarnya.
Program Kopdes Merah Putih diposisikan sebagai penggerak ekonomi desa dan pembuka lapangan kerja. Namun dengan capaian yang belum merata dan kebutuhan pengawasan ketat, realisasi di lapangan masih jadi pekerjaan besar.
Penulis : Sandi Sudrajat
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd