Beranda Pemerintahan Bupati Lebak ‘Pamer’ Inovatif Program Jamilah

Bupati Lebak ‘Pamer’ Inovatif Program Jamilah

597
0
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya - foto istimewa

LEBAK – Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya menjadi salah satu pembicara atau Keynote Speaker dalam Webinar “Pemanfaatan AMMDes Dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Desa” yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian bekerjasama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) dan Kementerian Kesehatan. Bertempat di Lebak Data Center, Rabu (12/08/2020).

Bupati Lebak menjelaskan salah satu program inovasi pelayanan yang dilakukan Kabupaten Lebak dalam bidang Kesehatan Ibu Dan Anak (KIA) yaitu program Jamilah (Jemput Antar Ibu Hamil dan Bersalin Bermasalah) di Puskesmas Kecamatan Bojongmanik dan membagikan pengalaman Kabupaten Lebak dalam pemanfaatan AMMDes.

“Alhamdulillah AMMDes ini membantuk kami Pemerintah Kabupaten Lebak dalam menekan angka kematian ibu dan anak, juga AMMDes merupakan alat multiguna disamping untuk kesehatan bisa dibongkar pasang untuk paska panen bahkan bisa sebagai penjernih air,” ungkap Bupati melalui siaran tertulis.





Sementara itu Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Kemendes PDTT RI, Yusra menyampaikan tujuan dari kegiatan webinar ini adalah mensosialisaskan pemanfaatan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa melalui pilot project peningkatan pelayanan transportasi rujukan kesehatan melalui pemanfaatan AMMDes pengumpan ambulans.

“Kalau kita mau sukses dimana dan kapan saja pola berpikir kita yang pertama adalah harus menambah ilmu pengetahuan agar lebih berwawasan, kemudian menambah skill atau keterampilan, lalu sikap dan perilaku harus berubah menjadi rasional, dan terakhir harus optimis jangan pesimis” Tegas Yusra.

Bupati Lebak juga berharap informasi apapun yang disampaikan dalam webinar ini dapat bermanfaat dan menginspirasi semua pihak di wilayah Provinsi seluruh Indonesia dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat desa di wilayahnya masing-masing .

(Red)