Beranda Sosial dan Budaya Bupati Lebak dan LAZ Harfa Resmikan Jembatan Harapan

Bupati Lebak dan LAZ Harfa Resmikan Jembatan Harapan

216
0
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menghadiri peresmian pembangunan jembatan gantung. (Ist)

 

LEBAK – Setelah melalui proses yang panjang,  jembatan perintis harapan penyintas banjir bandang di Kabupaten Lebak akhirnya rampung. Jembatan ini telah membuka kembali harapan warga yang sebelumnya terisolir.

Kemarin jembatan gantung di Kp. Muhara, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak ini telah diresmikan dengan dihadiri oleh Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, unsur Forpimda Lebak, Direktur Utama LAZ Harfa Indah Prihanande, perwakilan Baitul Maal Muamalat (BMM), tokoh masyarakat





 

Bupati Lebak menjelaskan bahwa terwujudnya jembatan harapan ini adalah bukti bahwa banyak orang yang masih peduli terhadap masyarakat Lebak yang tertimpa musibah.

“Akibat musibah ini kurang lebih ada 27 jembatan yang rusak dan hanyut di Lebak ini. Adanya gerakan-gerakan sosial dari lembaga-lembaga sosial seperti ini sangat membantu masyarakat. Kami Pemerintah Kabupaten Lebak sangat berterimakasih kepada LAZ Harfa, BMM, dan juga Vertical Rescue Indonesia yang telah mewujudkan harapan kami, mendampingi masyarakat untuk bangkit,” ucapnya.

Sementara Direktur Utama LAZ Harfa menegaskan bahwa lembaganya bersama BMM berkomitmen selama 1 tahun kedepan akan mendampingi para penyintas. “InsyaAllah ini menjadi manfaat, berkah untuk kita semua,” ucapnya.

Galih Pujonegoro, Perwakilan BMM menjelaskan bahwa adanya jembatan ini dapat membantu memudahkan akses pendidikan dan ekonomi masyarakat.

“Kami sangat terpukul dengan adanya musibah di sini. Kultur gotong royong di desa ini sangat kental sekali, masyarakatnya luar biasa. Sehingga, kami tidak ragu untuk membantu masyarakat di sini,” ujarnya.

Pembangunan jembatan ini memakan waktu kurang lebih 1 minggu. Selama itu masyarakat bersama para relawan bahu membahu bergotong royong dari pagi hingga malam hari.

“Jembatan ini sangat vital untuk warga di sini karena jembatan yang hanyut adalah jembatan utama jalur antar provinsi,” ucap Yayat Dimyati, Kepala Desa Ciladaeun. (ink/red)