Beranda Komunitas BUMDes Harus Sediakan Rp100 Juta untuk Jualan Pertamax

BUMDes Harus Sediakan Rp100 Juta untuk Jualan Pertamax

Sosialisasi kegiatan kerjasama investasi bahan bakar di Pendopo Bupati Pandeglang, Selasa (2/10/2018). (Foto: Memed/bantennews.co.id)

PANDEGLANG – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Pandeglang, Taufik Hidayat mengatakan, Kementerian Desa (Kemendes) ingin Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat melalui kerja sama dengan perusahaan Indo Mobil.

Bentuk kerja sama tersebut dengan cara BUMDes menjual bahan bakar kendaraan dan spare part motor. Namun untuk kerja sama tersebut BUMDes harus menyediakan modal sebesar Rp100 juta dalam bentuk investasi.

“Indo mobil akan membuat POM bensin mini tapi bukan seperti pertamini yang ada di kami (masyarakat). Nanti di sebelahnya ada kios kaitannya dengan spare part dan servis motor. Setiap BUMDes diperkirakan harus menyertakan modal kurang lebih Rp100 juta,” kata Taufik usai menghadiri sosialisasi kegiatan kerja sama investasi bahan bakar di Pendopo Bupati Pandeglang, Selasa (2/10/2018).





Setelah menyediakan dana, BUMDes juga harus menyediakan lahan seluas 15 × 13 meter untuk tempat penampungan tangki bahan bakar dengan kapasitas kurang lebih 2000 liter. Untuk tangki penampung sendiri, kata Taufik, rencananya akan ditaruh di atas tanah bukan ditanam seperti tangki penampung bahan bakar kebanyak. Kegiatan ini rencananya mulai Oktober 2018.

“Pembagian hasil 80 persen untuk BUMDes dan 20 persen untuk Indo Mobil. Diutamakan desa yang di pinggir jalan. Kalau SDM-nya nanti dalam perjalanan dua minggu dibina karena memang seluruh transaksi sudah menggunakan komputer sehingga proses pertanggungjawaban penunggu itu sangat kecil ketika akan melakukan penyimpangan,” tukasnya.

Direktur Utama PT Indo Mobil Prima Energy, Wilianto Husada menyampaikan, jenis bahan bakar yang nantinya akan dijual oleh BUMDes adalah jenis Pertamax 92 dengan harga eceren Rp10 ribu perliter.

“Investasinya untuk spare part Rp20 juta, untuk bahan bakar Rp20 juta sama perapian lahan, karena semua distribusinya yang nanganin kami (perusahaan), dalam artian kalau tangkinya kosong truk kami akan langsung mengisi ulang karena pakai sensor. Kami hanya melayani Pertamax 92, harganya kami jual di Rp10 perliter,” imbuhnya. (Med/Red)