Beranda Gaya Hidup Bulan Syawal Bagus untuk Menikah? Begini Penjelasannya Menurut Ajaran Islam

Bulan Syawal Bagus untuk Menikah? Begini Penjelasannya Menurut Ajaran Islam

Ilustrasi - foto istimewa indonesia-news.com

SERANG – Kamu mungkin sering mengalami mendapat banyak undangan pesta pernikahan yang digelar pada bulan Syawal. Nah, karena ada banyak orang mengadakan pesta pernikahan di bulan Syawal, tidakkah Anda penasaran kira-kira mengapa bulan Syawal bagus untuk menikah?

Setelah bulan puasa Ramadan, biasanya setelah merayakan hari raya Idul Fitri, kita akan mendapatkan undangan pernikahan. Untuk tahu penjelasan mengapa bulan Syawal bagus untuk menikah, simak artikel ini sampai selesai.

Jawabannya ada di bawah ini seperti melansir suara.com (jaringan BantenNews.co.id).

Alasan mengapa bulan Syawal bagus untuk menikah tidak lain karena ada dalil sunnah yang menyatakan pernikahan yang dilaksanakan di bulan Syawal itu baik. Dikutip dari muslimah.or.id, dalil sunnah menikah di bulan Syawal itu sebagai berikut:

‘Aisyah radiallahu ‘anha istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahiku di bulan Syawal, dan membangun rumah tangga denganku pada bulan Syawal pula. Maka isteri-isteri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?” (Perawi) berkata, “Aisyah Radiyallahu ‘anhaa dahulu suka menikahkan para wanita di bulan Syawal” (HR. Muslim).

Berkaca pada sunnah Nabi, maka semua orang terutama umat muslim mengikuti dan menjadikan bulan Syawal sebagai bulan yang baik untuk menikah.

Keistimewaan Menikah di Bulan Syawal

Keisimewaan menikah di bulan Syawal salah satunya adalah untuk menepis Thirayah. Dikutip dari berbagai sumber, Thirayah adalah adalah anggapan sial terhadap sesuatu.

Pernikahan di bulan Syawal yang dilaksanakan oleh Nabi ketika menikahi Aisyah salah satu tujuannya adalah untuk menepis anggapan Thirayah ini. Rasulullah menjelaskan bahwa percaya pada kesialan itu termasuk sikap syirik.

Hal itu diriwayatkan dalam HR. Ahmad, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah no. 429, berbunyi sebagai berikut:

“Thiyarah (anggapan sial terhadap sesuatu) adalah kesyirikan. Dan tidak ada seorang pun di antara kita melainkan (pernah melakukannya), hanya saja Allah akan menghilangkannya dengan sikap tawakkal”

Setelah membaca uraian di atas, Anda mungkin semakin mantab untuk menikah di bulan Syawal. Akan tetapi, jangan sampai hanya karena ingin cepat-cepat menikah, Anda menjadi lupa untuk mempersiapkan diri untuk menempuh kehidupan pernikahan yang sebenarnya.

Sebab, pernikahan yang sesungguhnya bukanlah sekedar pestanya, namun kehidupan setelah akad dan pesta itu. Sehingga diperlukan persiapan yang matang.

Demikian asal usul mengapa bulan Syawal bagus untuk menikah. Semoga bermanfaat.

(Red)