Beranda Pemerintahan Bukan Kelaparan, Walikota Serang Sebut Ibu yang Meninggal 2 Hari Tak Makan...

Bukan Kelaparan, Walikota Serang Sebut Ibu yang Meninggal 2 Hari Tak Makan Sebagai Takdir

2608
0
Walikota Serang Syafrudin dan Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi memberi keterangan pers. (Ade/bantennews)

SERANG –  Yuli Nurmelia (43), warga Lontar Baru, Kota Serang, Banten dilaporkan hanya minum air galon selama 2 hari di tengah pandemi Corona lalu meninggal dunia, Senin (20/4/2020).

Menurut Walikota Serang, Syafrudin, ibu empat anak itu meninggal bukan karena kelaparan. Selain takdir, ia menilai ada alasan lain kenapa warganya itu meninggal.

“Meninggalnya ibu Yuli bukan karena kelaparan, pertama karena takdir,” kata Syafrudin kepada wartawan di Serang, Selasa (21/4/2020).

Walikota Serang telah mengirim utusan untuk takziah ke rumah duka. Berdasarkan informasi dari suami almarhum yang disampaikan ke salah satu utusan yang datang, kata Walikota bahwa almarhumah sering sakit kepala. Ia sendiri memang tidak mendapatkan informasi bahwa ada penyakit bawaan lain.

“Kedua, menurut informasi suaminya, melalui utusan yang semalam takziah, istrinya sering sakit kepala,” tambahnya.

Sebelum meninggal, ibu tersebut juga sempat  pingsan. Syafrudin mengaku langsung menelpon kepala dinas agar dibawa ke puskesmas terdekat namun warga itu meninggal di perjalanan. “Kesimpulannya, almarhumah ini bukan meninggak karena kelaparan,” katanya.

Atas nama pribadi dan Pemkot Serang, Walikota Serang menyampaikan turut berduka cita atas warganya yang meninggal. Ia berdoa semoga almarhumah meninggal dalam husnul khotimah.

(ink/red)